Mewaspadai Permainan Hukum Suap Jabatan

  • Whatsapp
IMG-20220609-WA0157-6ce73784

IMRAN bin al-Husain al-Khunza menceritakan bahwa ada seorang wanita dari Juhainah yang datang kepada Rasulullah SAW dalam keadaan hamil karena berzina. Ia berkata, “Wahai Rasulullah! Aku telah melanggar batas. Maka tegakkanlah hukum terhadapku.”

Kemudian Nabi memanggil salah seorang walinya agar memperlakukannya dengan baik. Rasulullah akan menegakkan hukum pada wanita itu setelah yang bersangkutan melahirkan.

Berita Terkait

Sebuah pelajaran menarik. Kasus ini seharusnya menyentak jiwa orang-orang yang masih memiliki hati. Pelanggar hukum secara jujur mengaku dan minta ditegakkan hukum atas dirinya.

Pilihan Redaksi :  Produk Hukum Perlu Disesuaikan UU Cipta Kerja

Faktanya, hampir semua orang yang bermasalah secara hukum jauh dari keberanian wanita Juhainah itu. Alih-alih mengaku, sebaliknya mereka bersembunyi di balik narasi bahwa dirinya adalah orang yang selalu menjunjung kebenaran. Kadang juga ditutupi dengan perilaku seakan-akan sangat religius dan peduli pada kemanusiaan.

Dugaan jual beli jabatan atau lebih tepatnya suap untuk mendapatkan jabatan yang terjadi di daerah ini, sudah sebulan terakhir anteng-anteng saja.

Awal bulan Mei lalu, dugaan suap tersebut menjadi trending topic masyarakat.

Menyikapi itu, Gubernur buru-buru membentuk Tim Investigasi. Tim ini diberikan waktu 10 hari kerja untuk menuntaskan kasus tersebut. Kini sebulan berlalu, masyarakat tidak mengetahui secara persis hasil kerja tim.

Pilihan Redaksi :  Produk Hukum Perlu Disesuaikan UU Cipta Kerja

Gubernur bicara pada media, akan menyampaikan hasil kerja tim secara transparan pada masyarakat. Lagi-lagi, sampai hari ini, masyarakat tak kunjung mendapatkan kejelasan kasus dugaan suap itu.

Bukan hanya Gubernur, Polda dan Kejati juga melakukan pemeriksaan. Beberapa pejabat telah dipanggil dan dimintai keterangan. Apa hasil pemeriksaan kedua lembaga penegak hukum itu? Tidak ada yang tahu.

Pun, tindak lanjut dari pemeriksaan atau permintaan keterangan pada para pejabat, masih gelap di mata masyarakat.

Kasus ini harus diungkap dan ditangani serius. Semua pihak yang terlibat, mulai dari yang menyuruh melakukan, pelaku, dan orang yang turut melakukan perbuatan tersebut.

Tanpa upaya serius untuk mengungkap dan menindak secara hukum, bisa jadi kasus-kasus seperti ini akan terus berulang.

Pilihan Redaksi :  Produk Hukum Perlu Disesuaikan UU Cipta Kerja

Kasus ini harus didorong untuk diselesaikan. Masyarakat mesti mengawasi kerja-kerja aparat hukum. Jangan sampai terjadi permainan hukum dalam penyelesaian dugaan suap jabatan.

Akankah aparat akan terus bergerak? Ataukah celoteh rakyat kecil, menjadi wajah hukum yang sesungguhnya. Hukum hanya untuk rakyat kecil, tidak untuk pejabat atau orang-orang tertentu yang dapat membeli keadilan. Hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas. Wallahu alam bishawab. ***

Baca Juga