“Ku rela pagi, pergi pulang pagi, hanya untuk mencari rejeki, doakan aku pergi, semoga pulang, dompetku terisi…,” penggalan syair berjudul Pergi Pagi Pulang Pagi, milik band Armada, menggema diatas panggung milik Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, seketika seluruh peserta PKKMB, merangsek maju, berjoget, layaknya sebuah konser, musik memainkan bit enerjik, dipadu suara yang selaras dengan ketukan nada elekton, membuat suasana makin meriah, padahal disaat itu, Kamis (30/7/2026) jam menunjukkan pukul 11.00,terik matahari terasa menyengat.
Rektor Untad, Prof Dr Amar, sapaan akrabnya, terus melantunkan suaranya dengan lagu yang semakin membuata suasana di depan panggung makin meriah. Banyak yang beranggapan, karena ini masih awal kunjungan pimpinan Untad itu, masih cukup enerjik, mungkin dalam rentang waktu kedepannya, seiring tenaga semakin terkuras, karena harus mengunjungi 11 fakultas lagi di lingkungan Untad, yang jaraknya cukup berjauhan, ditambah lagi, sengatan matahari cukup melelahkan, bisa jadi momentum nyanyinya, masih berlanjut, tetapi tenaganya bakal menurun.
Dugaan itu, ternyata meleset, sejak lelaki yang dilantik memimpin Untad, 7 Maret 2023 lalu itu, mulai dari menyambangi FISIP di pukul 10.00 Wita, sampai kemudian mengakhiri “lawatannya” dan menutup kegiatan di Fakults Hukum pada pukul 17.45 Wita, yang merupakan fakultas yang ke 12, yang juga ditutup dengan konser pamungkasnya, tenaganya, suaranya, bahkan suasananya pun, tetap sama.
“Sebenarnya, tidak ada persiapan khusus, untuk terus menyanyi selama 12 kali, sebab bagi saya, ini adalah bagian dari ungkapan kegembiraan, menyambut para mahasiswa baru, calon intelektual muda di kampus Untad,” urai Prof Amar, usai menutup kegiatan PKKMB tingkat fakultas di Fakultas Hukum.
Prof Amar juga menegaskan, bahwasanya aktivitasnya menyanyi, menghibur semua maba di Untad, sudah dilakukannya, dalam setiap kegiatan PKKMB, sejak dia dilantik mejadi rektor, hingga kemudian “tradisi” ini, melekat di lingkungan civitas akademika Untad.
Dari “konsernya” itu, orang nomor satu di Untad, yang menjabat hingga tahun 2027 mendatang, ada beberapa momentum menarik perhatian, diantaranya tentang jarak, dimana seorang rektor tanpa enggan, mendekati mahasiswa baru, ikut berjoget bersama, dalam kemeriahan suasananya.
Bahkan, dia pun berhasil “menggoyang” kampus Fakultas Pertanian, saat membawakan lagu yang, dengan iringan band dari personal sanggar seni, suasana pecah, seluruh undangan bergoyang, hingga akhirnya, lagu pun tuntas.
“Sebenarnya, ini adalah bagian yang terjadi secara alami, kedekatan ini, terbangun dengan sendirinya. Ini sebenarnya adalah sebuah titik awal, membangun kekuatan, bagaimana kemudian Untad ini, menjadi lebih Unggul, Tangguh dan Adaptif, berawal dari sebuah kebersamaan, yang dibangun, secara alami,” pungkasnya. (MBH)







