Beasiswa Berani Cerdas Diproyeksikan Tembus 45 Ribu Penerima

Ribuan mahasiswa Untad yang mendapatkan program Beasiswa Berani Cerdas dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. FOTO: IST

BESUSU TENGAH, MERCUSUAR – Program Beasiswa Berani Cerdas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) diproyeksikan menjangkau lebih dari 45.000 mahasiswa setelah jumlah pendaftar baru tahun ini meningkat signifikan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng, Firmanza Dg Parebba mengatakan, hingga saat ini sebanyak 22.414 mahasiswa penerima lama telah mendapatkan pencairan beasiswa untuk semester genap. Sementara pendaftar baru tahun ini tercatat lebih dari 33.000 mahasiswa.

Dari jumlah tersebut, sekitar 25.000 mahasiswa diperkirakan dapat ditetapkan sebagai penerima setelah melewati tahapan verifikasi dan dinyatakan memenuhi persyaratan.

“Dari pendaftar baru yang masuk, kita perkirakan sekitar 25.000 mahasiswa yang akan terserap setelah melalui proses verifikasi dan memenuhi seluruh persyaratan,” kata Firmanza, Kamis (10/9/2026).

Jika proyeksi tersebut terealisasi, jumlah penerima Beasiswa Berani Cerdas akan melampaui 45.000 mahasiswa. Tingginya jumlah pendaftar menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap dukungan biaya pendidikan tinggi.

Firmanza menegaskan, peningkatan jumlah penerima tidak berarti proses seleksi dilakukan secara longgar. Setiap pendaftar tetap harus memenuhi persyaratan administrasi dan akademik yang telah ditetapkan.

Salah satu indikator yang menjadi perhatian dalam proses verifikasi adalah capaian Indeks Prestasi Semester (IPS). Mahasiswa yang tidak memenuhi persyaratan kelulusan maupun standar IPS minimal tidak dapat ditetapkan sebagai penerima.

“Yang tidak memenuhi kriteria kelulusan maupun standar IPS minimal, tentu tidak dapat menerima bantuan. Jadi, semuanya harus melalui proses verifikasi sesuai ketentuan,” tegasnya.

Menurut Firmanza, Beasiswa Berani Cerdas menjadi salah satu instrumen Pemprov Sulteng untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat. Program tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan agar persoalan biaya tidak menjadi penghalang bagi anak-anak daerah untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. UTM

Pos terkait