DONGGALA, MERCUSUAR — Pemerintah Kabupaten Donggala bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI mulai membangun infrastruktur Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun Anggaran 2026.
Dimulainya pembangunan fisik ditandai dengan penandatanganan berita acara penyerahan pelaksanaan pembangunan KNMP antara Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dengan sejumlah penyedia jasa konstruksi, yang berlangsung di ruang kerja Bupati Donggala, Rabu (2/9/2026).
Empat penyedia yang ditunjuk untuk melaksanakan pembangunan yakni CV Triga Cipta Abadi, CV Senja Timur Indonesia, PT Armyndo Jaya, dan CV Navigasi General Contractor.
Program strategis nasional tersebut akan dilaksanakan pada enam desa/kelurahan yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, dengan total anggaran sekira Rp 30,2 miliar.
Enam lokasi penerima program KNMP tersebut yakni Kelurahan Bone Oge dan Kelurahan Ganti (Kololu), Kecamatan Banawa; Desa Wani Dua, Kecamatan Tanantovea; Desa Lero Tatari, Kecamatan Sindue; Desa Batusuya, Kecamatan Sindue Tombusabora; serta Desa Pengalaseang, Kecamatan Sojol.
Dari enam lokasi tersebut, PT Armyndo Jaya dan CV Navigasi General Contractor menjadi penyedia yang melakukan percepatan pelaksanaan di Desa Pengalaseang dan Desa Batusuya. Kedua lokasi tersebut dinilai telah memenuhi persyaratan teknis atau clean and clear untuk segera dilakukan pembangunan fasilitas KNMP.
Sementara empat lokasi lainnya, yakni Desa Wani, Desa Lero Tatari, Kelurahan Bone Oge dan Kelurahan Ganti (Kololu), akan segera dikerjakan setelah proses clean and clear lokasi pembangunan terpenuhi.
Wakil Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) KNMP Wilayah Donggala, La Ode Muslan, mengatakan pekerjaan pembangunan akan segera dilaksanakan sesuai rencana dan persyaratan teknis yang tertuang dalam kontrak.
“Pekerjaan segera dilaksanakan sesuai rencana syarat-syarat teknis yang tertuang dalam kontrak kerja, dengan tepat waktu selama 120 sampai 133 hari kerja,” ujarnya.
Sementara Bupati Donggala Vera Elena Laruni meminta seluruh penyedia pelaksana konstruksi bekerja secara profesional dan memperhatikan kualitas pembangunan.
“Harapannya, pasca pekerjaan pembangunan konstruksi dapat dimanfaatkan oleh masyarakat nelayan dengan kualitas pekerjaan yang baik,” ujarnya.
Bupati Vera juga menegaskan, pembangunan KNMP merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program strategis nasional dan Asta Cita, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, keberadaan KNMP di sejumlah wilayah pesisir Donggala harus mampu menciptakan aktivitas ekonomi baru dan memberikan kontribusi terhadap pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
“Perlu komitmen kita bersama-sama mewujudkan program strategis nasional Kampung Nelayan Merah Putih,” tegasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Donggala, Ali Assagaf, mengatakan bahwa pemerintah daerah segera menyiapkan fungsi pendampingan, terutama terhadap kelompok nelayan yang menjadi penerima manfaat pembangunan.
Fasilitas yang dibangun melalui program KNMP antara lain dermaga atau tambatan perahu nelayan, cold storage, pabrik es, Tempat Pelelangan Ikan (TPI), SPBN, gudang beku, bengkel nelayan, kios perbekalan, balai pelatihan, sentra kuliner, unit pengolahan, serta akses pasar digital.
Menurut Kadis Ali, pembangunan infrastruktur tersebut tidak boleh berhenti sebatas pembangunan fisik. Pemerintah daerah juga akan melakukan pendampingan kepada pelaku usaha perikanan dan pengelola Koperasi Merah Putih agar fasilitas yang tersedia benar-benar menghasilkan aktivitas ekonomi.
“Fungsi pendampingan terhadap pelaku usaha khusus nelayan dan pengelola Koperasi Merah Putih menjadi indikator pencapaian ekosistem KNMP,” jelasnya.
Ia berharap KNMP mampu menciptakan unit usaha yang modern, produktif dan mandiri melalui infrastruktur yang terintegrasi dengan manajemen pengelolaan koperasi.
Dengan demikian, program tersebut diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus menjadi salah satu instrumen untuk mengentaskan kemiskinan di wilayah pesisir.
Kadis Ali menambahkan, Kabupaten Donggala memiliki potensi wilayah pesisir yang cukup besar. Terdapat sekitar 93 desa pesisir pantai dan sembilan kelurahan pesisir yang masih membutuhkan intervensi pembangunan dan penguatan ekonomi nelayan.
Karena itu, Pemkab Donggala berencana mengusulkan tambahan lokasi KNMP pada Tahun Anggaran 2027.
Sejumlah wilayah yang dinilai potensial antara lain Desa Malei (Balaesang Tanjung), Desa Tolongano (Banawa Selatan), Desa Pesik (Sojol Utara), Desa Sioyong (Dampelas), Desa Tompe (Sirenja), Desa Labean dan Desa Siboalong (Balaesang), termasuk Desa Salubomba (Banawa Tengah).
“Potensi ini yang akan kami usulkan menjadi bagian dari program Kampung Nelayan dengan tipe penyangga yang dapat memfasilitasi kegiatan peningkatan usaha nelayan kecil di wilayah pesisir pantai,” terangnya. HID






