Investasi Sulteng Capai Rp 68,7 Triliun Hilirisasi Sumbang Rp 56,1 Triliun

PALU, MERCUSUAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mencatat realisasi investasi sebesar Rp 68,70 triliun pada Semester I 2026 atau periode Januari hingga Juni. Nilai tersebut mencapai 73,17 persen dari target tahunan sebesar Rp 93,89 triliun yang ditetapkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.

Kepala DPMPTSP Sulteng Moh. Rifani Pakamundi mengatakan, realisasi investasi meningkat 6,97 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebesar Rp 64,22 triliun.

Secara nasional, Sulawesi Tengah menempati peringkat keempat dengan kontribusi 6,8 persen dari total investasi nasional sebesar Rp 1.010,6 triliun. Realisasi tersebut didominasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 64,73 triliun atau 94,23 persen, sedangkan PMDN mencapai Rp 3,96 triliun atau 5,77 persen.

Lima provinsi dengan realisasi investasi terbesar adalah DKI Jakarta Rp 173,6 triliun, Jawa Barat Rp 138,1 triliun, Jawa Timur Rp 72,7 triliun, Sulawesi Tengah Rp 68,70 triliun, dan Banten Rp 66,3 triliun.
Rifani menyebut, investasi sektor hilirisasi hingga Semester I 2026 mencapai Rp 56,1 triliun. Nilai tersebut menempatkan Sulteng di peringkat pertama nasional dengan kontribusi 18,7 persen dari total investasi hilirisasi Indonesia yang mencapai Rp 300,1 triliun.

Investasi hilirisasi tersebut menyumbang 81,66 persen dari total realisasi investasi Sulawesi Tengah. Kondisi ini menunjukkan kuatnya posisi Sulteng sebagai salah satu pusat investasi hilirisasi nasional.
“Hilirisasi menyumbang 81,66 persen dari seluruh realisasi investasi di Sulteng, atau Rp 56,1 triliun dari Rp 68,70 triliun,” ungkapnya.

Di sisi lain, ekonomi Sulawesi Tengah pada triwulan II 2026 tumbuh 5,06 persen secara tahunan dan 2,93 persen secara triwulanan. Secara kumulatif, ekonomi Sulteng pada Semester I 2026 tumbuh 6,64 persen, dengan struktur ekonomi masih didominasi industri pengolahan, pertanian, kehutanan dan perikanan, serta pertambangan dan penggalian yang secara keseluruhan menyumbang 73,75 persen.IKI

Pos terkait