SINGAPURA, MERCUSUAR — Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulawesi Tengah,
Syam Zaini, mengikuti Convention ASEAN Council of Teachers+Korea (ACT+1) 2026 yang berlangsung
di Singapura pada 22–25 Oktober 2026.
Pertemuan tahunan organisasi guru negara-negara ASEAN dan Korea tersebut menjadi forum resmi
untuk berbagi pengalaman, membahas perkembangan pendidikan dan kondisi guru, serta memperkuat
komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan di masing-masing negara.
ACT+1 tahun ini mengangkat tema sentral tentang peran guru dalam pemanfaatan teknologi kecerdasan
buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran peserta didik. Setiap organisasi guru dari
negara peserta mempresentasikan berbagai upaya yang telah, sedang, dan akan dilakukan untuk
memajukan pendidikan.
Dalam kegiatan tersebut, PGRI menjadi satu-satunya organisasi guru dari Indonesia yang berpartisipasi
dengan mendelegasikan 63 peserta aktif, termasuk Ketua PGRI Sulteng Syam Zaini. Delegasi Indonesia
dikoordinasikan langsung oleh Ketua Umum PB PGRI, Prof. Unifah Rosyidi.
PGRI juga mendapat kesempatan menjadi salah satu pembicara dalam forum internasional tersebut.
Organisasi guru Indonesia itu diwakili oleh Prof. Eko Indrajit dan Dr. Fransiska Susilawati, yang
merupakan pengurus PB PGRI, untuk berbagi pandangan mengenai perkembangan pendidikan dan
pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.
Selain menjadi ruang pertukaran gagasan, konvensi ini juga mempererat silaturahmi dan solidaritas
antarorganisasi guru di kawasan ASEAN dan Korea. Semangat “Solidarity Forever” menjadi pengingat
pentingnya kebersamaan para pendidik dalam menghadapi tantangan pendidikan yang terus
berkembang.
Syam Zaini menegaskan, perkembangan teknologi AI harus dimanfaatkan untuk mendukung proses
pembelajaran dan meningkatkan kualitas pendidikan. Namun, secanggih apa pun teknologi yang
digunakan, peran guru tetap tidak tergantikan, terutama dalam memberikan keteladanan, motivasi, dan
inspirasi kepada peserta didik.
Melalui keikutsertaan dalam ACT+1 2026, PGRI Sulteng diharapkan dapat memperluas wawasan serta
membawa berbagai pengalaman dan gagasan dari forum internasional tersebut untuk mendukung
pengembangan profesionalisme guru dan peningkatan mutu pendidikan di Sulawesi Tengah.UTM






