Liga 4 Piala Bupati Morowali, Perkuat Persaudaraan, Jangan Hanya Kejar Piala

Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf (kiri) menyerahkan piala bergilir pada pembukaan Liga 4 Piala Bupati Morowali 2026, Kamis (17/9/2026). FOTO: IST.

MOROWALI, MERCUSUAR – Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf berharap Liga 4 Piala Bupati Morowali 2026 tak sekadar menjadi panggung adu kemampuan di lapangan, namun turut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan persaudaraan masyarakat dari berbagai kecamatan.

Pesan itu disampaikan Iksan, saat membuka Liga 4 Piala Bupati Morowali 2026, di Lapangan Sangiang Kinambungka, Kamis (17/9/2026).

Menurut Iksan, kemenangan dan perebutan trofi memang menjadi bagian dari kompetisi. Namun, nilai yang jauh lebih penting adalah bagaimana turnamen tersebut mampu mempertemukan masyarakat dari berbagai wilayah dalam suasana kebersamaan.

“Harapan kita tidak hanya mengejar piala atau hadiah, tapi juga mempererat hubungan kita antara satu kecamatan dengan kecamatan yang lain,” ujar Iksan.

Ia menilai sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan masyarakat. Pertandingan yang mempertemukan tim dari berbagai wilayah di Morowali diharapkan tidak berhenti pada persaingan selama 90 menit, tetapi dapat melahirkan hubungan dan persaudaraan yang terus terjaga di luar lapangan.

Karena itu, Iksan mengingatkan seluruh peserta untuk mengedepankan sportivitas selama kompetisi berlangsung. Semangat bertanding, kata dia, harus berjalan beriringan dengan sikap saling menghormati antarpemain, ofisial maupun suporter.

“Jangan hanya pialanya yang kita cari, tetapi persaudaraan dan kebersamaan juga harus kita dapatkan,” pesan Iksan.

Selain mengenai semangat persaudaraan, Iksan juga menyoroti lokasi penyelenggaraan Piala Bupati Morowali. Ia meminta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Morowali agar penyelenggaraan Piala Bupati pada tahun-tahun mendatang tidak terus-menerus dipusatkan di wilayah Bungku.

“Tolong Dispora, Piala Bupati ini jangan diadakan di Bungku terus. Sekali-kali ditaruh di kepulauan,” tegasnya.

Bagi Iksan, membawa turnamen ke wilayah kepulauan bukan sekadar persoalan lokasi pertandingan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memberikan kesempatan yang lebih merata kepada masyarakat di seluruh wilayah Morowali.

“Karena itulah yang dinamakan keadilan,” imbuhnya. TAR

Pos terkait