Poltekkes Kemenkes Palu, Tingkatkan Kapasitas Kader Tangani Kegawatdaruratan

Foto bersama tim dari Poltekkes Kemenkes Palu bersama kader kesehatan Kelurahan Kayumalue Ngapa, usai pelatihan BHD. FOTO: IST.

PALU, MERCUSUAR – Poltekkes Kemenkes Palu melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) memperkuat peran dalam meningkatkan kapasitas masyarakat di bidang kesehatan.

Salah satunya melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, berupa pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) awam dan pertolongan tersedak bagi kader kesehatan, di Kelurahan Kayumalue Ngapa Kecamatan Taweli, 17—18 September 2026.

Kegiatan diketuai oleh Ns. Taqwin, S.Kep., M.Kes. serta melibatkan tim pengabdian yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Palu. Turut hadir Lurah Kayumalue Ngapa, Madawarni, S.Pt., pihak Puskesmas Tawaeli, serta para kader kesehatan.

Pelatihan difokuskan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan yang dapat terjadi di lingkungan masyarakat. Peserta mendapatkan materi dan pembekalan keterampilan pertolongan sehingga dapat memahami tindakan awal yang perlu dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.

Ns. Taqwin, S.Kep., M.Kes. menyampaikan kader kesehatan memiliki posisi yang dekat dengan masyarakat, sehingga peningkatan kapasitas menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat menghadapi kondisi kegawatdaruratan.

“Melalui pelatihan ini, kader diharapkan memiliki pemahaman dan keterampilan dasar yang dapat digunakan ketika menemukan kasus kegawatdaruratan di lingkungan masyarakat,” ujar Taqwin.

Para kader juga mendapatkan pengalaman melalui pelatihan yang menggabungkan penyampaian materi dengan praktik.

Lurah Kayumalue Ngapa, Madawarni menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan memberikan manfaat bagi kader karena memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan langsung dengan kondisi kegawatdaruratan di masyarakat.

“Kami berharap peningkatan kapasitas seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan kader dan masyarakat,” kata Madawarni.

Pelaksanaan pengabdian tersebut memperkuat kolaborasi antara Poltekkes Kemenkes Palu, Pemerintah Kelurahan, Puskesmas Tawaeli, kader kesehatan, serta masyarakat. ULY

Pos terkait