MERCUSUAR– ASUS Indonesia resmi menghadirkan laptop kreator profesional ASUS ProArt P14 (H7407BA) dan ASUS ProArt P16 (H7607BA) di pasar Indonesia.
Kedua perangkat ini mengandalkan superchip NVIDIA RTX Spark™️ dengan teknologi pemrosesan kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan pengguna menjalankan model AI generatif secara lokal tanpa harus terhubung ke internet. Peluncuran ini menyasar kreator profesional, mulai dari agensi kreatif, rumah produksi, hingga seniman tiga dimensi (3D) yang membutuhkan komputasi berperforma tinggi untuk mengolah konten digital sekaligus menjaga kerahasiaan materi proyek klien.
Dari sisi harga, ASUS menetapkan harga ritel resmi atau Manufacturer’s Suggested Retail Price (MSRP) sebesar Rp80,999 juta untuk ProArt P14 dan Rp113,999 juta untuk ProArt P16. Selama periode prapesan hingga 23 Oktober 2026, ASUS menawarkan harga khusus masing-masing Rp79,999 juta dan Rp112,999 juta.
Country Manager ASUS Indonesia, Lenny Lin, mengatakan lini ProArt terbaru dirancang untuk memenuhi kebutuhan kreator profesional yang memerlukan performa komputasi tinggi, mobilitas, serta perlindungan terhadap data dan materi kerja. Menurutnya, kemampuan pemrosesan AI secara lokal memberikan alternatif bagi kreator yang ingin mengolah materi sensitif tanpa harus mengunggahnya ke layanan komputasi awan (cloud).
Salah satu keunggulan utama ASUS ProArt P14 dan P16 terletak pada kapasitas Unified Memory yang mencapai 64 GB pada P14 dan 128 GB pada P16. Arsitektur ini memungkinkan CPU dan GPU menggunakan kolam memori bersama untuk menjalankan model AI sekaligus menangani berkas foto maupun video beresolusi tinggi. ASUS menyebut perangkat ini menggunakan NVIDIA RTX Spark N1X yang menggabungkan 6.144 inti GPU Blackwell RTX dan CPU Grace 20 inti.
Performa AI diklaim mencapai hingga 1 petaflop pada jalur komputasi FP4. Untuk menguji kemampuan tersebut, ASUS Indonesia menjalankan model AI generatif melalui ComfyUI Desktop secara lokal pada ProArt P14. Pengujian dilakukan menggunakan aplikasi versi ARM64 dengan dukungan CUDA. Pada skenario pertama, model Qwen Image 2.1 dengan kuantisasi INT8 digunakan untuk mengedit foto produk menjadi adegan sinematik pada resolusi 1.024 piksel dengan 40 langkah pemrosesan (steps). Pengujian mencatat penggunaan memori GPU puncak sebesar 19,8 GB, utilisasi GPU 100 persen, dan suhu GPU 68 derajat Celsius.
Sementara itu, pengujian kedua menggunakan MiniMax H3 dengan kuantisasi INT8 untuk mengubah satu foto menjadi video berdurasi lima detik yang dilengkapi audio. Proses tersebut diselesaikan dalam waktu 5 menit 54 detik, dengan penggunaan memori GPU puncak mencapai 28,1 GB. Hasil pengujian internal tersebut menunjukkan potensi pemrosesan AI generatif pada perangkat lokal. Meski demikian, performa aktual dapat berbeda bergantung pada versi aplikasi, driver, model yang digunakan, dan konfigurasi sistem.
Menyasar Kebutuhan Produksi Konten Profesional Selain menjalankan model AI generatif, perangkat ini mendukung penggunaan aplikasi kreatif yang memanfaatkan ekosistem CUDA, termasuk ComfyUI Desktop, Hermes Agent, dan DaVinci Resolve Studio. ASUS juga mendemonstrasikan penggunaan Hermes Agent dengan model bahasa lokal untuk membantu pekerjaan berbasis dokumen, seperti membaca folder proyek, merangkum arahan klien, serta menyusun draf naskah dan teks promosi ke dalam berkas baru.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari tren agentic AI, yakni pemanfaatan sistem AI yang dapat menjalankan serangkaian tugas berdasarkan instruksi pengguna. Namun, aplikasi ComfyUI Desktop, Hermes Agent, dan model AI yang digunakan tidak tersedia secara bawaan. Pengguna perlu mengunduh, memasang, dan mengonfigurasikannya sesuai kebutuhan. Bagi industri kreatif, kemampuan tersebut dapat menjadi nilai tambah dalam menangani materi yang bersifat rahasia. Sementara itu, layanan cloud tetap relevan untuk kolaborasi tim, pertukaran berkas, dan kebutuhan komputasi lainnya. Di sektor visual, ASUS membekali kedua laptop dengan layar sentuh ASUS Lumina Pro OLED. ProArt P14 menggunakan layar 14 inci beresolusi 2.8K, sedangkan ProArt P16 hadir dengan layar 16 inci beresolusi UHD+.
Kedua layar diklaim telah tervalidasi PANTONE, mencakup 100 persen ruang warna DCI-P3, mampu menampilkan 1,07 miliar warna, serta memiliki refresh rate 120 Hz. Untuk dukungan HDR, ProArt P14 mengantongi sertifikasi VESA CERTIFIED DisplayHDR True Black 1000, sementara ProArt P16 memiliki sertifikasi True Black 1400. Spesifikasi tersebut ditujukan untuk mendukung pekerjaan yang membutuhkan ketelitian warna, seperti penyuntingan video, color grading, desain grafis, dan peninjauan hasil visual AI. Dari aspek mobilitas, ProArt P14 memiliki bobot 1,4 kilogram dengan ketebalan 1,39 sentimeter dan baterai 90 Wh. Adapun ProArt P16 berbobot 1,7 kilogram, memiliki ketebalan 1,29 sentimeter, serta baterai 99,9 Wh.
Keduanya menggunakan pengisian daya USB Type-C 140 W dan telah menjalani pengujian ketahanan berdasarkan standar militer Amerika Serikat MIL-STD 810H. ASUS turut menawarkan perlindungan purnajual untuk kedua produk tersebut melalui garansi internasional selama tiga tahun dan ASUS VIP Perfect Warranty selama tiga tahun, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Layanan pendukung lainnya meliputi penjemputan dan pengantaran unit servis, antrean perbaikan prioritas melalui FastLane, serta layanan pembersihan perangkat melalui Laptop Spa. ASUS menyatakan layanan purnajualnya tersedia di 141 pusat servis di Indonesia.
Dari sisi distribusi, ASUS ProArt P14 tersedia melalui ASUS Online Store, ASUS Exclusive Store, dan gerai ASUS terpilih. Sementara itu, ProArt P16 dipasarkan secara eksklusif melalui ASUS Online Store selama periode prapesan yang diumumkan perusahaan. Kehadiran kedua laptop ini memperlihatkan upaya ASUS memperluas penawaran perangkat komputasi premium untuk segmen kreator profesional, khususnya pengguna yang membutuhkan kombinasi performa AI, pengolahan visual, dan mobilitas dalam satu perangkat.
Dengan harga yang berada di kisaran Rp80 juta hingga Rp114 juta, ProArt P14 dan P16 menempati segmen premium. Daya tarik komersialnya akan bergantung pada seberapa besar manfaat pemrosesan AI lokal, kapasitas memori, akurasi layar, dan layanan purnajual yang dapat dirasakan oleh pengguna profesional dibandingkan alternatif perangkat lain.ABS/*






