BI Gelar Karya Kreatif Indonesia untuk Dorong UMKM Naik Kelas

MERCUSUAR – Bank Indonesia kembali menggelar Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 sebagai upaya memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus mendorong kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

Pejabat Gubernur Sementara (PGS) BI Destry Damayanti mengatakan, KKI 2026 mengusung tema “Mesare Sare” yang berarti berdaya bersama-sama.

Tema tersebut mencerminkan semangat kolaborasi untuk mendorong UMKM Indonesia agar semakin sehat, kuat, dan berdaya saing. “Dari temanya mencerminkan mari kita berdaya bersama-sama untuk meningkatkan UMKM Indonesia yang sehat dan kuat dan memiliki daya saing,” ujar Destry dalam acara Karya Kreatif Indonesia 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Destry menjelaskan, penyelenggaraan KKI tahun ini melibatkan sinergi BI dengan 27 kementerian dan lembaga. Acara tersebut diikuti 550 UMKM secara luring dan lebih dari 1.300 UMKM secara daring. Beragam produk UMKM ditampilkan dalam ajang tersebut, mulai dari fesyen, pangan, hingga kopi yang menjadi salah satu produk unggulan UMKM Indonesia.

“Antusiasme peserta meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pameran fisik di JICC diikuti oleh lebih dari 550 UMKM, sementara platform digital www.karyakreatifindonesia.co.id melibatkan lebih dari 1.300 UMKM. Sebagai perbandingan, KKI 2025 diikuti oleh 362 UMKM luring dan 1.100 UMKM daring,”ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dilansir dari laman resmi BI.

Terdapat 44 rangkaian kegiatan yang dapat diikuti pengunjung, mulai dari talkshow ekonomi-keuangan inklusif, business matching pembiayaan dan ekspor, hingga pagelaran karya kreatif. Produk yang ditampilkan mencakup wastra, ready to wear, aksesori, home decor, kopi, hingga kuliner olahan hasil kurasi ketat.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas A.M. Djiwandono Ketahanan perekonomian dan stabilitas sistem keuangan perlu terus ditransformasikan menjadi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, inklusif, dan berkelanjutan. Intermediasi berperan penting untuk memastikan kapasitas pembiayaan di sektor keuangan mengalir kepada sektor produktif, mendukung ekspansi usaha, serta mendorong penciptaan lapangan kerja.

Salah satu upaya Bank Indonesia untuk mendorong UMKM naik kelas adalah melalui inisiasi Gerakan Korporasi Gandeng UMKM. Hal itu disampaikana saat membuka talkshow bertajuk “Akselerasi Intermediasi Mendorong Kemitraan Korporasi dan UMKM Naik Kelas”, di JICC Jakarta (20/8/2026). Talkshow digelar sebagai rangkaian Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026, gelaran Bank Indonesia bersinergi dengan otoritas dan penggiat UMKM.

Penguatan UMKM menjadi bagian penting dalam mendorong intermediasi yang semakin produktif sekaligus memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi. “UMKM yang tumbuh dapat menjadi usaha menengah, dan usaha menengah yang terus berkembang dapat menjadi korporasi baru Indonesia,” ujar Thomas. Untuk itu, UMKM perlu terus didorong meningkatkan produktivitas, memanfaatkan teknologi, memperluas pasar, dan terhubung dengan ekosistem usaha yang lebih luas.

Gerakan Korporasi Gandeng UMKM menghubungkan UMKM dengan rantai pasok dan rantai nilai korporasi melalui kemitraan. Akses pasar, jaringan, teknologi, pengalaman, dan standar usaha yang dimiliki korporasi dapat menjadi pengungkit bagi UMKM untuk meningkatkan produktivitas dan kapasitas usaha.

Kemitraan tersebut juga membuka akses pasar dan pembiayaan yang lebih luas sehingga UMKM dapat terus berkembang dan naik kelas. Upaya ini diwujudkan dalam KKI 2026 antara lain melalui fasilitasi business matching, yang menargetkan omzet dan business matching ekspor sebesar Rp446,9 miliar serta business matching pembiayaan, termasuk pembiayaan hijau, sebesar Rp212,8 miliar.

Bank Indonesia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat optimisme, kolaborasi, dan aksi nyata. Sinergi ini akan mendukung terwujudnya ekosistem di mana usaha kecil memiliki ruang untuk menjadi besar, korporasi tumbuh bersama mitra usahanya, dan pembiayaan mengalir kepada kegiatan ekonomi yang semakin produktif. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah menyampaikan informasi pelaku usaha UMKM Sulawesi Tengah juga ikut dalam KKI Online dan offline. HAI/*

Pos terkait