BPR Binarta Luhur Raih Predikat “Sangat Bagus” dari Infobank Edisi Juli 2026

Foto bersama Pak Gubernur Sulteng saat peresmian ekpor Durian Nasabah Bank BPR Binarta Luhur PT Pondok Durian Sulawesi di Masari, Parigi Selatan

PALU, MERCUSUAR – PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Binarta Luhur kembali menorehkan prestasi membanggakan di industri perbankan nasional. Berdasarkan hasil penilaian Majalah Infobank Edisi Juli 2026, berhasil meraih Predikat “Sangat Bagus” untuk kategori BPR dengan total aset sampai dengan Rp100 miliar. Predikat tersebut diberikan kepada BPR yang mampu memenuhi kriteria penilaian secara komprehensif terhadap aspek permodalan, kualitas aset, rentabilitas, likuiditas, efisiensi, pertumbuhan portofolio, serta performa bank secara keseluruhan berdasarkan kinerja tahun buku 2024–2025.

Direktur Utama PT BPR Binarta Luhur, Al_Berthy Makalu, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan buah dari kerja keras seluruh jajaran Dewan Komisaris, Direksi, pejabat, dan pegawai BPR Binarta Luhur yang senantiasa berkomitmen menjalankan usaha perbankan secara profesional, sehat, dan berlandaskan prinsip Good Corporate Governance (GCG).

“Bagi industri perbankan, pertumbuhan bukan sekadar pilihan, tetapi sebuah keharusan. Namun pertumbuhan harus dibangun secara sehat, terukur, dan berkelanjutan melalui tata kelola yang baik, manajemen risiko yang kuat, kepatuhan terhadap regulasi, serta pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas kinerja dan menjaga kepercayaan masyarakat,” ujar Al Berthy Makalu. Berkantor pusat di Sumbersari, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, BPR Binarta Luhur telah hadir sejak tahun 1993 dan kini melayani masyarakat melalui delapan kantor operasional yang tersebar di Provinsi Sulawesi Tengah. Selama lebih dari tiga dekade, BPR Binarta Luhur terus tumbuh bersama masyarakat dengan menjalankan fungsi intermediasi perbankan melalui penghimpunan dana masyarakat dan penyaluran kredit kepada sektor-sektor produktif.

Pembiayaan yang disalurkan difokuskan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor-sektor unggulan daerah, antara lain pertanian, perkebunan kakao, kelapa, durian, peternakan, perikanan, perdagangan, dan berbagai usaha produktif lainnya di wilayah pedesaan, semi perkotaan, maupun perkotaan. Melalui dukungan pembiayaan tersebut, BPR Binarta Luhur berupaya menciptakan multiplier effect bagi peningkatan pendapatan masyarakat, perluasan kesempatan kerja, serta pertumbuhan ekonomi daerah. Komitmen tersebut selaras dengan arah pembangunan Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah dan Bupati Kabupaten Parigi Moutong dalam memperkuat sektor riil, memberdayakan UMKM, meningkatkan daya saing produk lokal, serta mendorong pengembangan komoditas unggulan yang berorientasi ekspor. Salah satu contoh nyata adalah berkembangnya komoditas durian sebagai produk unggulan Kabupaten Parigi Moutong.

BPR Binarta Luhur turut memberikan dukungan pembiayaan kepada pelaku usaha dan petani pada sektor produktif tersebut sehingga mampu memperkuat rantai ekonomi daerah. Pengembangan komoditas ini mencapai tonggak penting dengan terlaksananya ekspor durian dari Desa Masari, Kecamatan Parigi Selatan, yang dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Tengah bersama Wakil Bupati Parigi Moutong. Momentum tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat mampu menghasilkan produk daerah yang memiliki daya saing hingga menembus pasar internasional. Dalam periode penilaian Infobank, BPR Binarta Luhur juga berhasil menjaga kualitas aset produktif dengan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) tetap berada di bawah ketentuan regulator.

Capaian tersebut mencerminkan konsistensi penerapan prinsip kehati-hatian (prudential banking), pengelolaan risiko yang baik, serta proses analisis dan pengawasan kredit yang efektif. Atas kinerja tersebut, BPR Binarta Luhur secara konsisten mampu mempertahankan predikat Bank Sehat sesuai hasil penilaian tingkat kesehatan bank oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menurut Al Berthy Makalu, kondisi perekonomian global yang masih diwarnai berbagai tantangan menuntut industri perbankan untuk semakin adaptif dalam menyusun strategi bisnis. Perubahan iklim ekonomi, dinamika pasar keuangan, perkembangan teknologi digital, serta meningkatnya persaingan menjadi tantangan yang harus direspons melalui inovasi, efisiensi, penguatan manajemen risiko, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Kami meyakini bahwa bank yang mampu bertahan adalah bank yang mampu beradaptasi terhadap perubahan tanpa meninggalkan prinsip kehati-hatian.

Karena itu kami akan terus fokus pada core business, memperkuat penghimpunan dana masyarakat, meningkatkan pembiayaan sektor produktif, memperluas pemberdayaan UMKM, serta menjaga tata kelola perusahaan yang baik agar pertumbuhan yang dicapai benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” pungkasnya. Penghargaan Predikat “Sangat Bagus” dari Majalah Infobank menjadi bukti bahwa komitmen untuk bertumbuh secara sehat telah berada pada jalur yang tepat.

Lebih dari sekadar pencapaian korporasi, penghargaan ini merupakan penyemangat bagi seluruh insan BPR Binarta Luhur untuk terus menghadirkan layanan perbankan yang profesional, terpercaya, dan memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah. HAI

Pos terkait