PALU, MERCUSUAR – Bank Perekonomian Rakyat Prima Artha Sejahtera (BPR PAS) yang dikenal White Bank menerima kunjungan komisaris dan direksi BPR Hasamitra pekan lalu di Palu.
Direktur Utama White Bank Hendrik Sjam mengungkapkan pertemuan pihaknya dengan BPR Hasamitra bertujuan untuk memperkuat sinergi antar-BPR. Pertemuan ini membahas kerjasama komprehensif dalam membentuk ekosistem penguatan BPR secara kelembagaan dan kompetensi SDM. Kedua belah pihak sepakat untuk mendorong kolaborasi strategis guna menghadapi tantangan industri perbankan.
“Fokus kerjasama meliputi penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan bersama, serta program knowledge sharing antar-BPR. Selain itu, digitalisasi sistem perbankan juga menjadi agenda utama,” ungkapnya.
Menurut Hendrik Sjam, White Bank dan BPR Hasamitra akan menjajaki integrasi teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperluas layanan digital, dan mempermudah akses nasabah.
“Kami ingin memastikan kinerja BPR tetap bertumbuh secara progresif di tengah disrupsi digital. Kolaborasi ini bukan soal persaingan, tapi soal membangun ekosistem BPR yang sehat dan kuat,” ujar Ketua DPD Perbarindo itu saat dihubungi di Palu, Senin (27/4/2026).
Dijelaskannya, White Bank menegaskan komitmennya untuk tumbuh bersama dalam penguatan SDM dan digitalisasi sebagai kunci.
“Dengan bersinergi, kita bisa saling melengkapi dan memberi layanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
Turut hadir dalam pertemuan silahturahmi itu, Komisaris Utama BPR Hasamitra, Yonggris Lao, Direktur Bisnis, I Made Semadi, Komisaris Utama White Bank, Andi H Lolo, Direktur Operasional White Bank, Novi dan jajaran manajer kedua BPR. HAI






