MERCUSUAR — Bank Indonesia (BI) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional melalui gelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Sebanyak 23 UMKM unggulan asal Sulawesi Tengah turut berpartisipasi dalam pameran bergengsi ini, baik melalui platform daring maupun kehadiran fisik di JICC, Jakarta.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas A.M. Djiwandono, dalam pembukaan talkshow bertajuk “Akselerasi Intermediasi Mendorong Kemitraan Korporasi dan UMKM Naik Kelas” di Jakarta, Kamis (20/8/2026), menekankan bahwa UMKM adalah tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional.
“UMKM yang tumbuh dapat menjadi usaha menengah, dan usaha menengah yang terus berkembang dapat menjadi korporasi baru Indonesia,” ujar Thomas Sebanyak 23 UMKM asal Sulawesi Tengah sukses menembus kurasi KKI 2026.
Produk yang ditampilkan mencakup berbagai sektor mulai dari camilan nusantara, wastra/fesyen, kopi, hingga kerajinan tangan (craft/home decor). Daftar UMKM Sulteng dalam KKI Online 2026: 1. Hj. Mbok Sri (Camilan Nusantara) 2. Butik Syahira (Wastra/Ready to Wear) 3. Jagad Sutera (Wastra/Ready to Wear) 4. Ewood Indonesia (Craft) 5. Lecker (Camilan Nusantara) 6. Rapoviaka Simple (Camilan Nusantara) 7. Kopi Kalemago (Kopi) 8. Togean Naturale (Body Care) 9. Sri Rejeki (Camilan Nusantara) 10. Amanah Yutaka (Camilan Nusantara) 11. Zam-Zam (Camilan Nusantara) 12. Raja Kripiks (Camilan Nusantara) 13. Fida Food (Camilan Nusantara) 14. Kopi Kamanuru (Kopi) 15. FFF by Ferry (Wastra/Ready to Wear) 16. Rezeki Viola (Wastra/Ready to Wear) 17. Batik Nation (Wastra/Ready to Wear) 18. Tenun Al Hikmah (Wastra/Ready to Wear) 19. PT Bamba Rattan (Craft/Home Decor) 20. Bintang Gallery (Craft/Home Decor) 21. Gula Semut Molomamua (Camilan Nusantara) 22. Zaza Cookies (Camilan Nusantara) 23. Syahan Food (Camilan Nusantara) Bahkan, enam UMKM diantaranya berhasil lolos kurasi ketat untuk hadir langsung dalam pameran offline di Jakarta, yakni FFF by Ferry, Tenun Al Hikmah, Sri Rejeki, Kopi Kamanuru, PT Bamba Rattan, dan Bintang Gallery.
Bank Indonesia menginisiasi “Gerakan Korporasi Gandeng UMKM” sebagai upaya strategis menghubungkan pelaku usaha kecil dengan rantai pasok global. Kemitraan ini bertujuan membuka akses pasar yang lebih luas, memberikan standar usaha yang kompetitif, serta mempermudah akses pembiayaan. Dalam gelaran KKI 2026, BI memfasilitasi business matching dengan target omzet ekspor sebesar Rp446,9 miliar dan pembiayaan hijau mencapai Rp212,8 miliar.
Wakil Menteri Keuangan RI, Juda Agung, menambahkan bahwa pemerintah terus mendukung UMKM melalui insentif perpajakan dan kemudahan ekspor. “Sinergi antarotoritas, korporasi, lembaga keuangan, dan UMKM menjadi kunci agar UMKM tidak hanya memperoleh pembiayaan, tetapi juga meningkatkan kapasitasnya,” pungkas Juda.
Melalui semangat Beudaya Meusare-sare (Berdaya Bersama-sama), KKI 2026 menjadi bukti nyata kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia, termasuk dari Sulawesi Tengah.***







