BPDB Usulkan Konstruksi Drainase Ditinjau Kembali

  • Whatsapp
Ilustrasi

LOLU SELATAN, MERCUSUAR– Genangan air di musim hujan merupakan salah satu masalah dihadapi masyarakat Kota Palu sejak dulu hingga sekarang belum teratasi.

Seperti dialami masyarakat di Jalan Maluku hingga Jalan Miangas Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Selatan. Setiap musim hujan atau intensitas hujan tinggi, daerah itu menjadi sasaran luapan air.

Berita Terkait

Berdasarkan hasil analisis dan pemantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu, air yang kerap meluap dan tergenag di Jalan Maluku dan Jalan Miangas merupakan kiriman ari dari Jalan Mongisidi. Luapan air hujan itu disebabkan drainase tidak mampu lagi menampung luapan air.

Pilihan Redaksi :  Mulai Hari ini, Pembelian BBM Wajib Pakai Kupon

Sehingga, pihak BPBD Kota Palu mengusulkan agar konstruksi dan daya tampung drainase di beberapa titik di Kota Palu, khususnya di Jalan Maluku dan Jalan Miangas ditinjau kembali.

Selain akibat daya tampung drainase, masalah yang kerap ditemukan BPBD di lapangan, luapan atau genangan air di wilayah Kota Palu khususnya di daerah hilir, disebabkan tumpukan sampah yang menyumbat drainase.

“Persoalan ini ada dua hal yang mempengaruhinya. Pertama, drainase tidak lagi mampu menampung luapan air yang makin besar setiap musim hujan. Kedua, kesadaran masyarakat yang masih membuang sampah di drainase menjadi penyabab,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Palu, Presly Tampubolon, belum lama ini.

Pilihan Redaksi :  Alami Kenaikan Kasus COVID-19, Pemda Diminta Tingkatkan Kepatuhan Prokes

“Untuk daya tampung drainase, kami telah mengusulkan kepada Dinas PU sebagai OPD teknis untuk ditinjau kembali. Begitupun konstruksinya. Untuk daya tampung, perlu ada perluasan di daerah hilir. Selain itu, konstruksinya kami usulkan agar setiap 10 atau 20 meter dibuat kotak atau tabung resapan. Sehingga, air dari hulu tidak langsung ke hilir,” lanjutnya.

Hal itu, kata dia, sangat perlu dilakukan. Karena, kontur tanah berpasir di Kota Palu sangat memungkinkan dibuatkan kotak serapan.

“Jalan Maluku dan Miangas merupakan hilir. Sementara, Jalan Monginsidi merupakan daerah yang juga penampung air dari hulu yang diteruskan ke kedua jalan itu. Sementara, di Jalan Monginsidi tidak lagi tergenang, kecuali ada subatan, karena drainasenya sudah luas. Kalau di Jalan Maluku dan Miangas, drainasenya masih kecil,” ucapnya.SR

Baca Juga