DP2KB Palu Ajak Warga Berperan Turunkan Stunting 

Stuting-eadb3ec7
PEMBUKAAN - Kepala BP2KB Kota Palu, dr. Royke Abraham, saat menbuka kegiatan advokasi program pembangunan Keluarga Bangga Kencana, Kamis (4/8/2022) di Aula BP2KB Kota Palu. FOTO:RESTI ANANDA/MS

TANAMODINDI, MERCUSUAR – Melalui kegiatan advokasi peogram pembangunan keluarga bangga kencana, kependudukan dan keluarga berencana yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kota Palu, sejumlah pihak diajak untuk ikut berkontribusi dalam program menurunkan angka stunting di Kota Palu. 

Kegiatan yang digelar di Aula DP2KB Kota Palu tersebut melibatkan beberapa perusahaan ritel seperti Transmart, Alfamidi, dan BNS serta perusahaan fast food Mc Donald Palu, Kamis (4/8/2022).

Pemateri I Komang Waliantara menjelaskan, urgensi isu tumbuh kembang anak usia dini, yaitu stunting. Kekerdilan menjadi salah satu program prioritas pemerintah karena dampaknya yang berkepanjangan. 

Bintang menilai diperlukan intervensi berkelanjutan dalam pencegahan dan penurunan angka stunting di Indonesia. Ia meyakini dalam menyelesaikan isu stunting dibutuhkan kerja sama dari berbagai macam sektor pembangunan.

Komang menjelaskan dalam pencegahan dan penurunan angka stunting di Kota Palu. Ia meyakini dalam menyelesaikan isu stunting dibutuhkan kerja sama dari berbagai macam sektor pembangunan.

“Untuk mencetak generasi emas dan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing, sangatlah penting bagi kita memberi perhatian pada tumbuh kebang anak dalam seribu hari pertama masa kehidupannya sejak dalam masa kandungan. Di masa ini, anak mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam berbagai aspek, yang menentukan kualitasnya di masa depan. Karena itu, pemerintah telah menetapkan stunting sebagai program prioritas yang perlu dicegah dan ditangani,” ujarnya.

Penyebab stunting pada anak sangatlah kompleks. Meskipun secara umum penyebab utama kurangnya gizi pada ibu dan anak adalah kurangnya asupan makanan bergizi serta penyakit disertai faktor sosio-kultural, ekonomi, politik, dan kesetaraan gender. Perkawinan usia anak, kemiskinan, kekerasan berbasis gender (KBG), hingga ketimpangan gender dalam mengakses pendidikan, layanan kesehatan, serta sumber daya lainnya terhadap perempuan menjadi bagian yang mempengaruhi resiko stunting menjadi penting untuk kita sadari menyelesaikan isu stunting tidak akan dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, apalagi hanya menitikberatkan intervensi pada sektor kesehatan semata.

Kegiatan yg dibuka langsung oleh Kepala DP2KB Kota Palu, dr. Royke Abraham tersebut juga diikuti sejumlah perwakilan media, baik media cetak maupun media audio yang diharapkan bisa ikut berkontribusi mensosialisasikan programa penurunan stunting di Kota Palu melalui karya jurnalistik. RES

Pos terkait