Hari ke-34, Sulteng Urutan Delapan

  • Whatsapp
images

PALU, MERCUSUAR – Sampai hari ke-34 pelaksanaan Imunisasi Measles Rubella (MR) tahun 2018 berjalan, Senin (3/9/2018), capaian sasaran di Sulteng masuk sepuluh besar nasional.  Data dari laman kampanyemr.info  menyebutkan sasaran di Sulteng yang telah menjalani Imunisasi MR sebanyak 47,51 persen dari 808.847 anak yang menjadi target. 

Khusus regional Sulawesi dan Maluku, Sulawesi Tengah berada dalam urutan ketiga. Sulteng hanya kalah dari Sulawesi Utara  (59,17), dan Maluku (48,81) atau lebih baik dari capaian Maluku Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat.  

Diketahui program Imunisasi MR tahun 2018 menyasar anak-anak usia 9 bulan sampai di bawah 15 tahun pada 28 provinsi di luar pulau Jawa. Tahun lalu, program ini menyasar anak-anak di enam provinsi di Pulau Jawa.

Pilihan Redaksi :  Akbid Graha Ananda Jadi Institut Teknologi Kesehatan

Posisi pertama, kedua, dan ketiga dengan capaian Imunisasi MR 2018 tertinggi sementara ditempati Papua  Barat (76,23), Bali (66,24) dan NTT (60,33).  Sementara itu, ada tiga provinsi dengan capaian paling rendah secara nasional, yaitu Sumbar (19,05), Riau (15,75), Aceh (6,74).

Kementerian Kesehatan membenarkan target harian Imunisasi MR masih di bawah harapan. Sampai hari ke-32 Imunisasi, Sabtu (1/9/2018), capaian rata-rata di bawah 40 persen, padahal target  sejumlah 67,60 persen.  Khusus wilayah Sulteng, Kemenkes juga merinci cakupan kampanye Imunisasi MR per kabupaten/kota.    

Capaian tertinggi adalah  Morowali (89,7), lalu Bangkep (70,8), Banggai (60,9),  Morut (59,5), Donggala (56,7), Buol (53),  Touna  (52,1),  lalu  Poso (52). Sementara itu, kabupaten dengan  capaian sasaran di bawah 50 persen adalah Sigi (47,4),  Parmout (45), Balut (41,1), Tolitoli (34), dan terakhir Kota Palu (25,3).

Pilihan Redaksi :  DWP Sulteng Gelar Lomba Tumpeng

Saat bertandang ke redaksi Mercusuar, 16 Agustus lalu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, dr Royke Abraham membenarkan sebagian masyarakat masih mempertanyakan status vaksin pabrikan India yang dipakai dalam imunisasi ini.    Akibatnya, sasaran imunisasi di ibukota Sulteng masih menjadi yang terendah di Sulteng, yakni 25,3 persen dari  total 88 ribu anak sasaran.

“Kita masih tertinggal jauh dari kabupaten lain (di Sulteng).  Ada kabupaten  yang malah sudah mencapai 60 persen,” kata dr Royke saat menjadi narasumber dalam diskusi di redaksi Mercusuar.   Menurutnya, untuk menggenjot pelaksanaan imunisasi, Dinas Pendidikan Kota Palu telah menyurat kepada seluruh kepala sekolah, baik itu TK, SD, maupun SMP, agar mengimbau orang tua segera  mengikutsertakan anaknya dalam Imunisasi MR.

Pilihan Redaksi :  BRIN dan BPS Kerjasama Riset, Kaji Pandemi COVID-19 Dari Perspektif Sosial Demografi

Majelis Ulama Indonesia juga telah memutuskan untuk memperbolehkan penggunaan vaksin campak-rubella (MR) dari Serum Institute of India (SII) karena kondisi darurat. Keputusan tersebut tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018 tentang Penggunaan Vaksin MR Produk Dari SII untuk Imunisasi yang diterbitkan di Jakarta, baru-baru ini.  Imunisasi MR dimulai dari 1 Agustus 2018 dan akan berakhir pada 30 September 2018. Tahap awal imunisasi yakni bulan Agustus, dilaksanakan di sekolah. Sementara bulan September, imunisasi berlangsung di pusat layanan kesehatan.  DAR/ANT

 

Baca Juga