BESUSU BARAT, MERCUSUAR – PT Pegadaian Area Palu mencatat realisasi investasi emas di Sulawesi Tengah hingga Agustus 2026 mencapai Rp280 miliar atau 134 persen dari target tahunan sebesar Rp202 miliar. Capaian tersebut berasal dari sekitar 12.500 nasabah.
Kepala Departemen Produk Gadai Kantor Area Palu, Zia Ul Haqq Abrianto, mengatakan tingginya realisasi investasi emas turut dipengaruhi kebiasaan masyarakat Sulawesi Tengah yang telah mengenal emas sebagai bentuk simpanan secara turun-temurun.
Selain itu, investasi emas di wilayah tersebut menunjukkan pertumbuhan rata-rata enam hingga tujuh persen setiap bulan.
Pegadaian juga memberikan kemudahan kepada masyarakat melalui potongan harga sebesar Rp70 ribu untuk setiap transaksi per gram.
Di sisi lain, pada program cicilan emas, Pegadaian Area Palu mencatat penjualan yang telah dibukukan mencapai sekitar 97 ribu gram. Sementara itu, Pegadaian bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga menjalankan program “Keluarga Emas” yang menyasar aparatur sipil negara (ASN). Program tersebut ditujukan untuk mendorong masyarakat, khususnya keluarga ASN, memiliki emas sebagai salah satu bentuk investasi jangka panjang.
Zia mengatakan program Keluarga Emas menggunakan metode pembayaran secara cicilan dengan target kepemilikan minimal dua gram emas untuk setiap keluarga. Khusus kalangan ASN, cicilan kepemilikan dua gram emas diperkirakan sekitar Rp400 ribu per bulan. Hingga semester I 2026, program tersebut telah dimanfaatkan 120 ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dengan total kepemilikan mencapai sekitar 1,7 kilogram emas.
Pegadaian Area Palu optimistis investasi emas di Sulawesi Tengah akan terus tumbuh hingga akhir tahun. Untuk mendorong peningkatan tersebut, Pegadaian akan memperluas sosialisasi mengenai manfaat dan kemudahan investasi emas kepada masyarakat. Emas diharapkan tidak hanya dipandang sebagai barang berharga, tetapi juga menjadi bagian dari perencanaan keuangan dan instrumen investasi untuk kebutuhan jangka panjang. IKI






