Ketua PSMTI Sulteng Dukung Wilianto Tanta Kembali Maju sebagai Ketua Umum

JAKARTA, MERCUSUAR — Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sulawesi Tengah, Wijaya Chandra, menyatakan dukungannya agar Wilianto Tanta kembali maju sebagai Ketua Umum PSMTI periode 2026-2030. Dukungan tersebut disampaikan setelah Wilianto memaparkan laporan pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan pada Musyawarah Nasional (Munas) VIII PSMTI di Redtop Hotel, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Dukungan PSMTI Sulawesi Tengah tersebut juga menjadi bagian dari arus dukungan yang disampaikan hampir seluruh pimpinan PSMTI tingkat provinsi dalam forum Munas VIII. Dukungan dari daerah-daerah itu mencerminkan adanya keinginan untuk melanjutkan kepemimpinan Wilianto Tanta pada periode berikutnya.

Dalam pandangan umumnya, Wijaya menilai Wilianto memiliki rekam jejak yang kuat dalam membangun perhatian terhadap daerah dan anggota PSMTI. Salah satu pengalaman yang masih diingat Wijaya adalah keterlibatan Wilianto ketika bencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi melanda Sulawesi Tengah pada 2018.

Saat itu, Wilianto masih berada dalam kepengurusan PSMTI Sulawesi Selatan. Menurut Wijaya, Wilianto turut berperan dalam memimpin pengelolaan dana, bantuan, dan sumbangan yang disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Sulawesi Tengah.

“Kami berterima kasih karena pada saat bencana gempa bumi, tsunami dan likuefaksi 2018, PSMTI Pusat, Bapak Wilianto pada saat itu memimpin pengelolaan dana, bantuan, sumbangan kepada kami,” ujar Wijaya.

Pengalaman tersebut, kata Wijaya, menjadi bagian dari rekam jejak yang menunjukkan perhatian Wilianto terhadap persoalan di daerah. Ia kemudian mengaitkannya dengan kiprah Wilianto selama empat tahun terakhir setelah dipercaya memimpin PSMTI di tingkat nasional.

Wijaya mengatakan karya dan aktivitas Wilianto selama periode kepengurusan berjalan tidak hanya terlihat di tingkat nasional, tetapi juga menjangkau organisasi PSMTI di tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota.

“Tentunya karya-karya beliau selama empat tahun ini sudah kita lihat, baik secara nasional sampai dengan kabupaten, kota dan provinsi,” katanya.

Bagi Wijaya, kesediaan seorang ketua umum untuk turun langsung ke berbagai daerah merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Kehadiran tersebut dinilai penting untuk mengetahui kondisi organisasi sekaligus memperhatikan anggota PSMTI di daerah.

“Ini adalah sebuah perjuangan yang tidak mudah, untuk seorang ketua umum bisa turun ke daerah-daerah, memperhatikan para anggota ini,” ujarnya.

Ia mencontohkan mobilitas Wilianto dalam menjalankan agenda organisasi. Wijaya mengatakan, ketika dirinya berada di Makassar pada bulan sebelumnya, Wilianto justru sedang berada di Papua.

“Bulan lalu pas saya ke Makassar, beliau sudah di Papua,” katanya.

Wijaya juga menyampaikan penghargaan kepada jajaran dewan dan seluruh pihak yang selama ini turut mengawal proses kepemimpinan Wilianto Tanta sebagai Ketua Umum PSMTI.

“Dengan segala hormat juga kepada semua jajaran dewan-dewan yang mengawal, juga Pak Ketum, yang mengawal proses kepemimpinan beliau,” tuturnya.

Setelah mendengarkan pemaparan LPJ, Wijaya menyatakan pertanggungjawaban kepengurusan Wilianto dapat diterima. Dari evaluasi tersebut, ia kemudian menyampaikan harapannya agar Wilianto kembali maju dalam pemilihan Ketua Umum PSMTI untuk periode 2026-2030.

“Pertanggungjawaban kami terima. Dan kami berharap beliau bisa maju lagi,” tegas Wijaya.

Pernyataan Wijaya mempertegas dukungan PSMTI Sulawesi Tengah terhadap keberlanjutan kepemimpinan Wilianto Tanta. Dukungan tersebut juga muncul dalam konteks dukungan luas dari pimpinan PSMTI di berbagai provinsi yang menilai kepemimpinan Wilianto selama periode 2022-2026 layak untuk dilanjutkan.

Bagi Wijaya, pengalaman Wilianto dalam menjangkau daerah, memperhatikan anggota, serta membangun konsolidasi organisasi menjadi pertimbangan penting untuk kembali memberikan kepercayaan kepadanya memimpin PSMTI untuk periode 2026-2030. JEF

Pos terkait