Ketua PWI: UKW Wajib

  • Whatsapp

LOLU UTARA, MERCUSUAR –  Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulteng, Mahmud Matangara mengatakan hampir setiap tahun, semenjak Uji Kompetensi Wartawan (UKW) diwajibkan Dewan Pers tahun 2013,  PWI Sulteng menyelenggarakan UKW. Sebelum UKW angkatan ke-4 digelar pada Kamis-Jumat (29-30/3/2018) pekan lalu, tercatat sudah 60 anggota PWI Sulteng yang telah tersertifikasi sebagai wartawan kompeten oleh Dewan Pers, baik jenjang kompetensi muda, madya, maupun utama.

Ia mengatakan, pihaknya terus mendorong semua wartawan, secara khusus anggota PWI di daerah ini agar kompeten.  Karena itu UKW menjadi program wajib PWI Sulteng saat ini. “UKW ini wajib diikuti semua wartawan, sebab yang betul-betul membedakan wartawan dengan yang bukan adalah kompetensinya,” kata Mahmud saat membuka UKW angkatan ke-4 di lantai tiga Gedung PWI Sulteng, Kamis (29/3/2018). Dikatakan, narasumber saat ini bisa saja menolak wartawan yang belum pernah mengikuti UKW.  “Karena itu saya berharap semua wartawan bisa ikut UKW,” tandasnya.

Pilihan Redaksi :  Ketua TP-PKK Pertemuan dengan Tim Perempuan Adipura

Berita Terkait

PWI Sulteng  baru saja menggelar UKW, Kamis-Jumat (29-30/3/2018). UKW angkatan ke-4 ini diikuti oleh 24 wartawan, yakni enam wartawan pada jenjang kompetensi utama,  tujuh wartawan di jenjang kompetensi madya, dan 11 wartawan di jenjang kompetensi muda.  Para peserta UKW adalah para pengelola media, redaktur, dan wartawan yang sehari-hari meliput di berbagai desk liputan. Mereka tersebar di Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, dan Kabupaten Morowali.  Sementara penguji adalah Pengurus PWI Pusat yang telah memperoleh sertifikasi dewan pers.

Pilihan Redaksi :  Fapetkan Untad Rayakan Dies Natalis ke - 9

UKW angkatan ke-4 PWI Sulteng terselenggara berkat dukungan semua pihak. Mahmud pun berterimakasih kepada Pimpinan Umum Trimedia Group, Tri Putra Toana dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulteng, Miyono. Ucapan yang sama kepada  CV Anugerah Perdana, BNI, Bank Sulteng, Golden Bakery, Nurmawati Dewi Bantilan, dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan namanya satu per satu. DAR

 

Baca Juga