Pantoloan, Mercusuar – Rencana pemindahan pelabuhan penumpang dari Pelabuhan Pantoloan ke Pelabuhan Donggala merupakan langkah yang perlu dikaji kembali oleh pemerintah pusat Dirjen Perhubungan Laut karena akan berdampak khususnya kepada masyarakat yang telah menggantungkan hidupnya selama 30 tahun sebagai buruh bagasi.
Zulkarnain sebagai Masyarakat Pantoloan menilai pemindahan tersebut tidak menguntungkan masyarakat karena jarak darat yang harus ditempuh oleh masyarakat untuk sampai ke pelabuhan donggala akan berdampak pada biaya perjalanan yang lebih besar. Belum lagi akses menuju ke Pelabuhan Donggala melewati lokasi pertambangan galian C yang sewaktu-waktu bisa menghambat masyarakat akibat aktivitas pertambangan dan bencana banjir.
Pelabuhan Pantoloan merupakan lokasi strategis sebagai akses transportasi laut bagi masyarakat Kota Palu dan sekitarnya.
Kami berharap pemerintah kembali mengkaji kebijakan tersebut dengan melibatkan akademisi serta melakukan pertemuan bersama para unsur pimpinan daerah dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial dan pelayanan publik.
Kami sudah kedepankan upaya persuasif kepada pemerintah agar proses pemindahan pelabuhan PELNI dipertimbangkan, kemudian juga mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi dengan adanya pemberitaan yang dikhawatirkan nantinya akan berdampak pada keamanan dan ketertiban khususnya di wilayah Sulteng






