PALU, MERCUSUAR – Pemimpin Wilayah (Pimwil) Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Sulteng, Jusri Pakke menyebut intensitas penyaluran beras SPHP mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Hal itu, menurutnya, terjadi seiring dengan adanya peningkatan permintaan masyarakat terhadap produk beras dengan harga yang lebih murah dibanding harga pasar tersebut.
Jusri menyebut, jika sebelumnya Bulog Kanwil Sulteng hanya menyalurkan sekira 10 ton per hari, dalam beberapa hari belakangan meningkat menjadi lebih dari 40 ton per hari.
“Sebelumnya kami hanya menyalurkan sekitar 10 ton per hari, sekarang sudah mencapai 40-an (ton) per hari,” kata Jusri, di Palu, Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, peningkatan tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas beras SPHP, sekaligus menjadi indikator tingginya kebutuhan beras dengan harga yang terjangkau di tengah masyarakat.
Untuk memastikan distribusi berjalan lebih merata, Bulog juga memberikan keleluasaan kepada para pedagang dalam mengajukan permintaan pasokan. Saat ini, setiap pedagang dapat mengajukan permintaan hingga 4 ton beras SPHP per hari.
“Kami memberikan kesempatan kepada pedagang untuk mengajukan permintaan hingga 4 ton per hari, agar akses masyarakat terhadap beras SPHP semakin mudah dan distribusinya lebih merata,” ujar Jusri.
Ia juga memastikan penyaluran dilakukan melalui jaringan pedagang yang telah bekerja sama, sehingga pasokan tetap tersedia di pasaran. Selain menjaga ketersediaan, program SPHP juga bertujuan membantu menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen.
Di tingkat pedagang, harga beras SPHP dijual sesuai ketentuan yang berlaku, yakni antara Rp60.000 hingga Rp62.500 per kemasan lima kilogram. IEA






