Pangkas Rambut Barber Boy Dikeluhkan

  • Whatsapp

PALU, MERCUSUAR – Pelayan maksimal kepada pelanggan atau calon pelanggan merupakan dari strategi usaha jasa yang kerap ditawarkan. Pelanggan di tempatkan ibarat investasi saham yang sewaktu – waktu akan ditarik jika investornya terganggu sehingga menyebabkan kenyamanannya terusik. Demikian dikeluhkan Yunus Dj, salah seorang konsumen salon tempat pemangkas rambut Barber Boy di Jalan Monginsidi, Kota Palu, Senin (11/6/2018) malam.

“Tadi malam saya ke salon, mau gunting rambut, cuma banyak pelanggan, saya dapat nomor antrian 12,” ujarnya.

Berita Terkait

Karena banyak pelanggan tutur Yunus, maka ia bersedia menunggu, tetapi ada salah seorang karyawan perempuan menawarkannya agar reservasi terlebih dulu.

Pilihan Redaksi :  Rapat Paripurna DPRD Kota Palu, Sejumlah Farksi Dukung Raperda Pemberantasan Narkoba

“Saya setuju, karena kebetulan saya ada urusan di luar, maka saya reservasi menunggu di telepon,” ujarnya.

Yunus menuturkan, lama berurusan di luar ia sampai lupa bahwa sudah melakukan reservasi di salon sembari menunggu telepon dari pihak salon yang tak kunjung ada.

“Saya menuju salon, tiba di sana disampaikan sudah tutup. Saya bilang saya sudah reservasi,” jelas Yunus.

Untuk memastikan reservasi itu, ia menemui karyawan yang menawarkannya reservasi, tetapi yang terjadi sebaliknya, karyawan tersebut mengaku sudah menelpon. Padahal kata Yunus, sampai ia tiba di salon telepon genggamnya aktif dan tidak ada bunyi telepon dari pihak Barber Boy. Meski demikian Yunus melupakan kejadian itu karena pihak Barber Boy bersedia memangkas rambutnya, namun ia merasa tidak nyaman ketika sang karyawan ‘nyinyir’ dengan mukan kecut mengatakan, silahkan pangkas rambutnya kalau mau dipangkas.

Pilihan Redaksi :  SD Inpres 8 Mamboro , Pelaksanaan PTM Berjalan Lancar

“Gunting saja kalau mau di gunting. Saya pikir bapak sudah tidak mau balik lagi,” tutur Yunus, menirukan kalimat si karyawan Barber Boy.

Mendengar itu, Yunus sedikit meradang dan kecewa, ia langsung mengeluarkan kalimat ‘terima kasih atas pelayanan dan mulut yang kotor’. Seketika itu Yunus menolak rambutnya untuk dipangkas. Hingga berita ini diterbitkan wartawan belum konfimasi ataupun mendapatkan akses kontak telepon dari pihak Barber Boy untuk dikonfirmasi. BOB

Baca Juga