Perempuan Nasdem Kekuatan Pemenangan Partai

  • Whatsapp

Notice: Trying to get property 'post_excerpt' of non-object in /home/mercusua/public_html/assets/themes/bloggingpro-child/template-parts/content-single.php on line 81

BESUSU TENGAH, MERCUSUAR – Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Sulawesi Tengah, Muslimun menyatakan, perempuan yang tergabung dalam sayap partai politik tersebut, menjadi kekuatan untuk pemenangan partai.

Muslimun menyebut, partai besutan Surya Paloh ini memberikan ruang yang sebesar-besarnya kepada perempuan, untuk mengambil peran dalam kanca perpolitikan tingkat daerah ataupun nasional.

“Sudah waktunya perempuan tampil ambil bagian dalam gelanggang politik, tanpa harus dipaksa melalui pendekatan afirmasi,” kata Qimunk, sapaan akrab Muslimun, di sela-sela pengajian yang digelar oleh Garnita Nasdem Sulteng, di Palu, Selasa (24/4/2018).

Kata dia, keterlibatan perempuan dalam aktifitas politik, tidak bisa hanya diletakan pada upaya afirmasi semata.

Perempuan memiliki kemampuan, kecakapan dan keterampilan yang dapat berjuang untuk menangkan Partai Nasdem.

Karena itu, perempuan Nasdem yang tergabung dalam Gerakan Wanita (Garnita) Malahayati, tidak hanya sebagai pemain bantu/ban serep, melainkan turut serta mengambil posisi penting, dalam penentuan kebijakan strategis partai menyangkut pemilu.

“Kami memberikan ruang yang sebesar-besarnya kepada perempuan. Ini tidak hanya untuk memenuhi kuota 30 persen, tetapi kami sadar bahwa perempuan juga harus memiliki kesempatan yang sama dalam perpolitikan,” sebut Qimunk.

Terkait hal itu, Ketua DPW Garnita Malahayati Nasdem Sulteng Rostin Tumaloto menyebut, kegiatan-kegiatan konsolidasi Garnita tidak akan pernah berhenti, hingga kepercayaan publik pada politisi perempuan menguat.

“Berbagai kegiatan, baik kegiatan politik, kegiatan sosial bahkan kegiatan keagamaan, telah kami siapkan,” sebut Rostin.

Rostin bersyukur mendapat kepercayaan dari DPW Partai Nasdem Sulteng dan kader-kader Garnita, untuk memimpin konsolidasi gerakan politik perempuan, di arus besar gerakan restorasi Indonesia.

Baca Juga