Pembacaan Pledoi Mantan Plt Dirut Ditunda

  • Whatsapp

PALU, MERCUSUAR – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Klas IA/PHI/Tipikor Palu menunda dan menjadwalkan ulang sidang dengan agenda pledoi (pembelaan) terdakwa mantan Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) PT Pembangunan Sulteng Henning Mailili, Rabu (25/4/2018).

Penundaan sidang berdasarkan permohonan pihak terdakwa itu, karena pledoi belum rampung hingga belum siap dibacakan.

Berita Terkait

Henning Mailili merupakan terdakwa kasus dugaan korupsi dana penyertaan modal Pemerintah Provinsi Sulteng ke PT Pembangunan Sulteng tahun 2015.

Pilihan Redaksi :  Rapat Paripurna DPRD Kota Palu, Sejumlah Farksi Dukung Raperda Pemberantasan Narkoba

“Ini terakhir (kesempatan menyampaikan pledoi). Sidang ditunda Rabu 2 Mei,” singkat Ketua Majelis Hakim Ernawati Anwar SH MH.

Sebelumnya, Rabu (18/4/2018), JPU Kejati Sulteng menuntut terdakwa Henning Mailili pidana penjara tujuh tahun dan denda Rp50 juta subsider enam bulan kurungan.

Selain itu, terdakwa juga dituntut membayar uang pengganti Rp874.319.200. Apabila terdakwa tidak mampu membayar uang pengganti dalam jangka waktu satu bulan setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti. Apabila harta bendanya tidak mencukupi, maka diganti dengan pidana penjara satu tahun sembilan bulan.

“Menyatakan terdakwa Henning mailili terbukti secara sah dan meyajkinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dan diancam Pasal 3 Jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor yang telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor: 20 Tahun 2001, dakwaan subsidair,” tandas JPU Ariati SH dan Asmah SH MH.

Pilihan Redaksi :  Terima Kunjungan M1G, Farid Podungge: Mari Kita Jaga Silaturahmi Sesama Anak Bangsa

Barang bukti (Babuk), lanjut JPU, poin 1 sampai 55 tetap terlamp[ir dalam berkas perkara. Sementara babuk poin 56 hinggta 61 berupa BPKB, akta jual beli dan sejumlah sertifikat tanah atas nama PT Pembangunan Sulteng, dikembalikan ke PT Pembangunan Sulteng. AGK

 

Baca Juga