Sampah Jalan Pulau Halmahera Perlu Normalisasi

  • Whatsapp
TINJAU- Kabid Persampahan dan B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, Moh Iqbal dan Lurah Lolu Selatan, Rosana Hardianty, saat meninjau drainase yang tersumbat tumpuka sampah plastik di Jalan Pulau Halmahera, Rabu (13/6/2018). FOTO: ANDI BESSE/MS

LOLU SELATAN, MERCUSUAR-  Sekian lama Jalan Pulau Halmahera Kelurahan Lolu Selatan kerap menjadi langganan banjir sampah yang meluap dari drainase, meskipun warga setempat selalu membersihkan sampah, namun kiriman sampah plastik yang mengaliri drainase menumpuk di seputar jalan tersebut, karena menang wilayah ini adalah area terakhir buangan air yang dilalui dari sejumlah drainase di wilayah itu.

Kabid Persampahan dan B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, Moh Iqbal, Rabu (13/6/2018) meninjau langsung akhir aliran air tersebut dan menemukan tumpukan sampah di drainase. Dia mengatakan, setelah dilakukan pengecekan, jalur drainase itu terhubung mulai Jalan Moh Yamin, Jalan  Tanjung Satu, Tanjung Karang, Jalan Maluku, dan Jalan Miangas.

Pilihan Redaksi :  Nilai Leadership, Membentuk Pengusaha Muda

Berita Terkait

Air yang mengalir ini kemudian membawa berbagai material sampah yang mengakibatkan terjadinya penyumbatan tepat di bawah drainase, dan penumpukan sampah itu terjadi tepat di depan Kantor  Nuansa Pos.

“Saat kami melakukan peninjauan bersama bapak Bayu Montang,  ibu lurah, RT, Satgas K5 dan Pimred Nuansa Pos untuk kemudian mencari solusi agar tidak lagi terjadi penyumbatan di wilayah ini, terjadi kesepakatan untuk segera menyampaikan kepada OPD terkait. Tetapi saran dari bapak Bayu agar segera membuatkan permohonan pembuatan drainase hingga normalisasi ke arah sungai dan beliau bersedia membantu,” ujar Iqbal.

Pilihan Redaksi :  Penghuni Huntap Tondo Terima Bantuan Sembako

Dia katakan titik akhir penyumbatan drainase wilayah ada di Jalan  Pulau  Halmahera, karena tidak ada jalur aliran air menuju sungai Palu, sehingga memang perlu revitalisasi normalisasi aliran air ini ke sungai agar tidak terjadi penyumbatan.

“Sampah yang dihasilkan pun adalah sampah yang entah dari mana, DLH maupun lurah sendiri tidak tahu dari mana sampah ini berasal karena begitu banyak volume sampah yang dikeruk oleh masyarakat di wilayah itu,” jelasnya.

Ditambahkan Lurah Lolu Selatan, Rosana Hardianty bahwa permasalahan ini sudah beberapa bulan lalu dirinya laporkan ke Dinas terkait dan  sudah pernah dilakukan pengerukan tapi tidak memberi solusi.

“Warga setempat selalu aktif membersihkan tapi memang sistem drainasenya yang bermasalah. Karna tidak memiliki pintu air, sehingga selalu saja banjir sampah meskipun hujan tidak deras,” ujarnya. ABS

Baca Juga