TANAMODINDI, MERCUSUAR — Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, didampingi Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), Selasa (29/9/2026).
Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan kedisiplinan, efektivitas kerja, serta pelaksanaan tugas aparatur berjalan sesuai target. Sejumlah OPD yang dikunjungi yakni Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Kantor Kecamatan Palu Barat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Sosial, serta RSUD Anutapura Palu.
Saat mengunjungi Kantor Kecamatan Palu Barat, Hadianto meminta jajaran aparatur meningkatkan etos kerja dan koordinasi, terutama dengan para lurah. Ia menegaskan, semangat Moving in Action yang menjadi tema pembangunan dan rangkaian HUT ke-48 Kota Palu harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
“Moving in Action bukan sekadar omong-omong, tapi kita sudah harus kerja nyata. Jangan komiu merasa tidak terpanggil,” tegas Hadianto.
Dalam sidak itu, wali kota juga mendapati seorang staf yang terlihat hanya menonton saat jam kerja. Kondisi tersebut menjadi perhatian Hadianto sekaligus pengingat agar seluruh aparatur memanfaatkan waktu kerja secara bertanggung jawab.
“Bukan kita bekerja supaya mau dilihat orang. Tapi kalau cara kerja kita begini, harusnya malu,” ujarnya.
Hadianto mengatakan, Kota Palu saat ini menjadi barometer dan mendapat perhatian karena dinilai terus mengalami perubahan. Namun, perubahan kota menurutnya harus diikuti perubahan pola kerja aparatur. “Kota Palu itu barometer. Orang menganggap Palu sudah berubah, tapi saya anggap belum, karena cara kerja kita belum memperlihatkan perubahan,” katanya.
Ia kembali mengingatkan pola kedisiplinan yang telah diterapkan Pemkot Palu. Apel pagi telah disederhanakan dan dilaksanakan setiap Senin. Pada hari kerja lainnya, setiap kepala seksi maupun kepala bidang diminta melaksanakan briefing bersama jajaran masing-masing untuk memastikan pekerjaan berjalan terarah.
“Saya tidak bisa bangun kota ini sendiri. Saya butuh komiu. Tapi kalau komiu tidak bisa bangun sistem dan bekerja dengan baik, apa saya mau buat?” tegasnya. UTM






