Untad Dorong Pemulihan Rumput Laut Morowali

Universitas Tadulako (Untad) mendorong pemulihan budidaya rumput laut di Kabupaten Morowali melalui penerapan teknologi rekayasa lingkungan dan pengembangan produk olahan berbasis rumput laut. FOTO: DOK TIM UNTAD

TONDO, MERCUSUAR — Universitas Tadulako (Untad) mendorong pemulihan budidaya rumput laut di Kabupaten Morowali melalui rekayasa lingkungan dan pengembangan produk olahan bernilai tambah.

Upaya tersebut dilakukan melalui program pengabdian kewilayahan di Desa Moahino, Kecamatan Witaponda, 12 Agustus 2026. Program ini melibatkan akademisi Untad dan Unisa serta mahasiswa MBKM Ilmu Kelautan.

Program ini melibatkan tim yang terdiri dari akademisi Untad dan Unisa, yakni Dr. Ir. Zakirah Raihani Ya’la, M.Si., IPM.; Prof. Dr. Ir. Abdul Rahim, S.T.P., M.P., IPM., ASEAN Eng.; Dr. Ir. Dwi Sulistiawati, M.P.; serta Hartina, S.Pi., M.P.

Program ini juga dibantu oleh empat orang mahasiswa MBKM Ilmu kelautan Angkatan 2024, masing-masing, Fitra Harry Utama, Qurana, Nurul Riski Ramadhani, serta Rifki Fahrezi Maharadi.

Dr. Ir. Zakirah Raihani Ya’la, M.Si., IPM., mengatakan program diarahkan untuk merespons persoalan lingkungan yang memengaruhi budidaya Kappaphycus alvarezii. Salah satu solusi yang dikembangkan ialah budidaya rumput laut di tambak sebagai alternatif ketika kondisi perairan laut tidak lagi mendukung.

Teknologi tersebut memanfaatkan pompa alkon untuk membentuk arus buatan dan pengaturan pintu air untuk mengendalikan salinitas. Pendekatan ini memungkinkan masyarakat memiliki alternatif lokasi budidaya dengan teknologi yang relatif sederhana.

Selain budidaya, tim juga mendorong peningkatan nilai tambah melalui pengolahan rumput laut menjadi karaginan, pupuk cair dan padat, pellet makanan ikan, serta agar-agar tepung dan lembaran.

Kelompok Pembudidaya Pantofu menjadi mitra pengembangan teknologi budidaya, sementara Kelompok Pengolah dan Pemasar GURAMI diarahkan mengembangkan produk olahan. Tim juga memperkenalkan sejumlah peralatan produksi untuk mendukung kegiatan pengolahan.

Menurut Zakirah, penguatan sektor rumput laut tidak cukup hanya meningkatkan produksi bahan baku. Masyarakat juga perlu memiliki kemampuan mengolah hasil budidaya agar memperoleh nilai ekonomi lebih tinggi.

Program tersebut ditargetkan meningkatkan keterampilan masyarakat, produktivitas perikanan, serta pendapatan melalui pengembangan rantai nilai rumput laut dari budidaya hingga pengolahan. */JEF

Pos terkait