PALU, MERCUSUAR – Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Sulawesi Tengah 2026 akan digelar di Kabupaten Buol, 24–31 Agustus 2026. Ajang olahraga pelajar tingkat daerah tersebut mempertandingkan empat cabang olahraga (cabor), yakni sepak bola, sepak takraw, bola basket, dan bola voli indoor.
Namun, absennya Kabupaten Banggai pada cabang olahraga sepak bola menjadi sorotan. Padahal, Banggai merupakan pemegang medali emas sepak bola pada POPDA sebelumnya.
Terkait hal itu, pegiat Sepak bola usia dini Luwuk, Adhi Lambesia menilai keputusan tersebut cukup disayangkan mengingat Banggai memiliki rekam jejak prestasi yang baik dalam pembinaan sepak bola pelajar.
Sejarah mencatat pada ajang Pra POPNAS Wilayah V 2024 di Gorontalo, skuad Sepak bola Sulteng yang didominasi atlet berbakat Kabupaten Banggai mampu meraih medali perunggu usai mengalahkam Papua 1-0.
Adhi menilai, keikutsertaan di POPDA sangatlah penting untuk menjaga kesinambungan pembinaan sekaligus memberikan kesempatan kepada pemain-pemain muda Banggai untuk mendapatkan pengalaman bertanding.
“ Saya pikir ini soal efisiensi anggaran. Tapi kalau melihat potensi dan prestasi yang ada, tentu menjadi pertanyaan kenapa sepak bola Banggai tidak ikut POPDA. Anak-anak ini membutuhkan kompetisi untuk berkembang,” ujar Adhi kepada Mercusuar saat dikonfirmasi via whatsapp, Jumat (21/8/2026).
Menurut Adhi, POPDA tidak semata-mata tentang perebutan medali. Lebih dari itu, ajang tersebut merupakan bagian dari proses pembinaan atlet pelajar yang dapat menjadi pintu menuju kompetisi di tingkat nasional.
Ia berharap persoalan ini menjadi perhatian serius, sehingga pembinaan sepak bola pelajar di Banggai tidak terputus dan potensi pemain muda yang selama ini telah dibina dapat terus berkembang. CLG







