Wali Kota Evaluasi Dampak Banjir Watusampu-Buluri

Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid bersama tim, saat memantau kawasan terdampak banjir di Kelurahan Watusampu dan Buluri, Sabtu (30/5/2026). FOTO: IST

WATUSAMPU, MERCUSUAR – Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, meninjau langsung kawasan terdampak banjir di Kelurahan Watusampu dan Buluri, Sabtu (30/5/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses penanganan pascabanjir berjalan optimal, sekaligus mengidentifikasi langkah lanjutan yang perlu segera dilakukan pemerintah.

Dalam peninjauan tersebut, wali kota didampingi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), serta aparat kelurahan setempat.

Wali kota meninjau sejumlah titik yang mengalami dampak cukup signifikan akibat banjir. Selain melihat kondisi lapangan, ia juga berdialog dengan warga dan menerima laporan dari instansi terkait mengenai situasi terkini di wilayah tersebut.
Menurut wali kota, evaluasi lapangan sangat penting untuk mengetahui berbagai faktor yang menyebabkan banjir, serta dampaknya terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat. Hasil evaluasi tersebut, nantinya akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan dan langkah penanganan yang lebih komprehensif.
“Kita ingin memastikan seluruh persoalan yang muncul akibat banjir dapat dipetakan dengan baik, sehingga solusi yang diambil benar-benar tepat sasaran,” ujarnya di sela-sela peninjauan.

Ia menjelaskan, pemerintah tidak hanya fokus pada upaya pemulihan pascabencana, tetapi juga menyiapkan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan dampak besar bagi masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kota Palu akan menggelar audiensi bersama sejumlah perusahaan tambang yang beroperasi di sekitar wilayah Watusampu dan Buluri. Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung di Rumah Jabatan Wali Kota pada Selasa (2/6/2026).
Audiensi itu diharapkan dapat menjadi forum bersama untuk membahas berbagai persoalan lingkungan yang berkembang di kawasan tersebut, sekaligus mencari solusi yang melibatkan seluruh pihak terkait.

“Kami ingin membangun kesepahaman bersama bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab semua pihak, termasuk dunia usaha yang beraktivitas di sekitar wilayah ini,” tegasnya.

Pemerintah Kota Palu berharap kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dapat memperkuat upaya mitigasi bencana serta menciptakan lingkungan yang lebih aman dan berkelanjutan.

Di sisi lain, proses pembersihan dan pemulihan wilayah terdampak terus dilakukan. Pemerintah memastikan kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas, sehingga aktivitas warga dapat kembali berjalan normal dalam waktu yang tidak terlalu lama. UTM

Pos terkait