PALU, MERCUSUAR – Owner PT Millennium Gen Mandiri, Wijaya Chandra, menerima Piagam Penghargaan dari Pemerintah Kota Palu atas kontribusi perusahaan dalam mewujudkan lingkungan kerja yang inklusif bagi penyandang disabilitas.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Penyerahan Piagam Penghargaan Lingkungan Kerja Inklusif Kota Palu Tahun 2026 di Lapangan Vatulemo, Balai Kota Palu, Selasa (29/9/2026) malam.
PT Millennium Gen Mandiri menjadi salah satu dari tiga perusahaan penerima penghargaan. Dua perusahaan lainnya yakni PT Midi Utama Indonesia Tbk Branch Palu dan PT Baity Syahan Persada (Syahan Palu).
Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada perusahaan yang telah mengimplementasikan PP Nomor 31 Tahun 2026 dan Peraturan Daerah Kota Palu Nomor 10 Tahun 2023 tentang Mempekerjakan Penyandang Disabilitas serta Penyediaan Akses Kerja Inklusif bagi Penyandang Disabilitas.
Wijaya Chandra mengatakan, penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi dirinya dan perusahaan untuk terus menciptakan lingkungan kerja yang memberikan kesempatan setara bagi penyandang disabilitas.
“Penghargaan ini tentu menjadi dorongan bagi kami untuk terus menghadirkan lingkungan kerja yang inklusif bagi penyandang disabilitas. Bukan hanya memberikan kesempatan untuk bekerja, tetapi juga memastikan mereka tetap safety dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari,” kata Wijaya.
Menurutnya, inklusivitas di tempat kerja tidak cukup hanya dengan membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Aspek keselamatan dan kenyamanan dalam menjalankan aktivitas kerja juga harus menjadi perhatian perusahaan.
“Yang paling penting adalah bagaimana mereka bisa bekerja dengan aman, nyaman, dan mendapatkan perlakuan yang sama sebagai bagian dari tim,” ujarnya.
Komitmen Wijaya terhadap pemberdayaan penyandang disabilitas juga dilakukan melalui kegiatan sosial kemasyarakatan. Melalui Paguyuban Seluruh Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sulawesi Tengah, Wijaya turut membina dan mendirikan Rumah Merah Putih Difabel Berkarya, yang menjadi wadah bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi dan berkarya.
Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk mendorong kemandirian dan kesempatan yang lebih setara bagi penyandang disabilitas, baik melalui dunia kerja maupun pemberdayaan komunitas.
Bagi Wijaya, penghargaan dari Pemerintah Kota Palu bukan menjadi tujuan akhir, melainkan momentum untuk terus memperbaiki praktik inklusivitas dan memastikan aspek keselamatan tetap menjadi bagian penting dalam lingkungan kerja.
“Harapannya, semakin banyak ruang yang bisa kita buka untuk teman-teman difabel, sehingga mereka tidak hanya mendapatkan kesempatan, tetapi juga merasa aman, dihargai, dan bisa berkembang,” katanya. JEF






