SIGI, MERCUSUAR – Langkah AKL88 FC di Piala Berani Sigi 2026 terhenti di babak 6 besar. Tim berjuluk AKL88 itu harus mengakui keunggulan musuh bebuyutannya, PSM Mandiri Poboya, dengan skor tipis 0-1 dalam alga yang berlangsung di Stadion Madani Biromaru, Sigi, Kamis (17/9/2026).
Kekalahan tersebut terasa cukup menyakitkan bagi AKL88 FC. Pasalnya, tim besutan Frengky itu sebenarnya memiliki sejumlah peluang emas untuk mengubah jalannya pertandingan.
Peluang terbaik AKL88 hadir pada menit ke-23. Alsa yang sudah berhadapan langsung dengan kiper PSM Mandiri Poboya, Rivai, melepaskan sepakan yang justru membentur tiang gawang sebelah kiri.
Bola muntah kemudian jatuh tepat ke kaki Abd Sabir. Sayangnya, peluang di depan gawang yang sudah kosong itu juga gagal dimanfaatkan. Sepakannya hanya melenceng tipis di sisi gawang.
Hanya lima menit sebelumnya, tepatnya menit ke-18, AKL88 juga memiliki kesempatan emas. Umpan Alsa mengarah kepada Azak yang berdiri bebas di mulut gawang. Namun, Azak terlambat sepersekian detik sehingga bola lebih dulu disapu keluar oleh pemain belakang PSM Mandiri.
Dua peluang emas yang terbuang tersebut seolah menjadi pertanda kurang beruntungnya AKL88 FC pada laga ini.
Secara permainan, AKL88 FC sebenarnya tampil cukup dominan. Mereka lebih banyak menekan dan berusaha membangun serangan dari lini depan. Namun, PSM Mandiri Poboya tampil disiplin dan beberapa kali berhasil mematahkan serangan yang dibangun para pemain depan AKL88.
PSM Mandiri akhirnya mampu memanfaatkan momentum. Sebuah sundulan Faldi berhasil merobek gawang AKL88 yang dikawal Haris Rotinsulu sekaligus memecah kebuntuan dan mengubah skor menjadi 1-0.
Keunggulan tersebut mampu dipertahankan hingga pertandingan berakhir.
Hasil ini memastikan PSM Mandiri Poboya melaju ke semifinal dan akan menghadapi Persan Anca.
Sementara itu, satu laga semifinal lainnya akan mempertemukan Armada RJA X AKM dengan Kaleke Putra.
Bagi AKL88 FC, kegagalan ini menjadi akhir perjalanan di Piala Berani Sigi 2026, meski secara permainan mereka sempat memiliki peluang untuk mengubah cerita melalui sejumlah kesempatan emas yang gagal dikonversi menjadi gol. CLG





