PALU, MERCUSUAR– Semangat persaudaraan mewarnai latihan bersama (Latber) yang digelar Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Sulawesi Tengah di Lapangan Kantor Wali Kota Palu, Minggu (17/5/2026). Sebanyak 625 karateka dari 15 perguruan turun berlatih dalam kegiatan yang menjadi simbol soliditas insan karate di Sulawesi Tengah.
Latihan bersama tersebut diikuti karateka junior hingga senior dari berbagai perguruan anggota FORKI Sulteng seperti INKAI, Wadokai, INKANAS, KKI, GABDIKA, Inkado, ASKI, Shokaido, PORBIKAWA, GOKASI, GOJUKAI, Budokai hingga Lemkari.
Ketua Panitia Pelaksana Mayor CPM Maryoto mengatakan kegiatan itu merupakan latihan bersama pertama sejak FORKI Sulawesi Tengah terbentuk.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang mengasah teknik, melainkan wadah mempererat hubungan antarguru, senior, dan karateka lintas perguruan.
“Tujuannya untuk silaturahmi antar sesama insan karate, antara guru dengan murid, antara senior. Di sinilah tempatnya kita untuk bersilaturahmi,” ujarnya.
Maryoto menegaskan karate tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga menjadi sarana membangun disiplin, etika, dan mental generasi muda.
Karena itu, melalui latihan bersama tersebut, para karateka diharapkan mampu menunjukkan nilai-nilai positif kepada masyarakat.
“Kita tunjukkan bahwa karate itu memberi contoh yang baik dan benar. Kita ini besar, solid, punya etika dan disiplin,” katanya.
Ia menambahkan, FORKI Sulteng berencana kembali menggelar latihan bersama pada Juli 2026 mendatang bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara di Mapolda Sulawesi Tengah. CLG






