Ajang U10-U12, 36 Tim Bersaing di Indonesia Timur Championship 2026

Salah satu moment laga ITC 2026 di lapangan PS Kaili Putra Pengawu. FOTO : ISSRIN ASSEGAF/MS

PALU, MERCUSAR – Turnamen sepak bola usia dini Indonesia Timur Championship (ITC) U10 dan U12 2026 kembali digelar di Kota Palu. Kompetisi yang menjadi wadah pembinaan talenta muda sepak bola tersebut berlangsung di Lapangan PS Kaili Putra, Pengawu, Kota Palu, pada 24–26 Juni 2026.

Pelaksanaan tahun ini menjadi edisi kedua ITC setelah turnamen perdana sukses digelar pada 2023 di Lapangan Faqih Rasyid Palu.

ITC 2026 Seri Provinsi Sulawesi Tengah diikuti sejumlah Sekolah Sepak Bola (SSB) dari berbagai daerah, yakni Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, Kabupaten Poso, dan Kabupaten Morowali.

Koordinator ITC Seri Provinsi Sulawesi Tengah, Nurdin Syahputra, mengatakan turnamen ini tidak hanya berorientasi pada hasil pertandingan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan jangka panjang pemain usia dini.
“ITC hadir sebagai ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan bermain sepak bola dalam suasana kompetitif yang sehat. Kami ingin memberikan pengalaman bertanding yang berkualitas sekaligus mempererat silaturahmi antar-SSB di Sulawesi Tengah,” ujar Nurdin.

Ia berharap ITC dapat terus digelar secara berkelanjutan dan menjadi salah satu agenda penting pembinaan sepak bola usia dini di wilayah timur Indonesia.

Sementara itu, Ketua Pelaksana ITC 2026, Rospi Sorua, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, pelatih, orang tua, dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya turnamen tersebut.

“Antusiasme peserta sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa pembinaan sepak bola usia dini di Sulawesi Tengah terus berkembang. Kami berharap melalui ITC lahir bibit-bibit pemain potensial yang kelak dapat berprestasi di level yang lebih tinggi,” katanya.

Pelatih Akademi Persipal U-12, Frengki, turut mengapresiasi penyelenggaraan ITC 2026 yang dinilainya memberikan ruang kompetisi yang sangat dibutuhkan pemain usia dini.

“Turnamen seperti ini sangat penting untuk menambah jam terbang dan pengalaman bertanding anak-anak. Kami mengapresiasi panitia yang telah menghadirkan kompetisi berkualitas bagi pemain usia dini,” ujar Frengki.

“Saya berharap semakin banyak pihak yang peduli terhadap pembinaan sepak bola usia dini. Kalau semua elemen bisa dirangkul dan bekerja bersama, saya yakin kompetisi seperti ITC dapat digelar lebih besar dan lebih baik lagi di masa mendatang,” tambahnya.

Senada dengan itu, Pelatih SSB Danau Poso, Andris Monabo, menilai ITC menjadi ajang yang sangat positif bagi perkembangan pemain muda, khususnya bagi tim-tim yang berasal dari luar Kota Palu.

“Kami sangat senang bisa berpartisipasi dalam ITC 2026. Turnamen ini memberi kesempatan kepada anak-anak untuk merasakan atmosfer kompetisi sekaligus mengukur kemampuan mereka dengan tim-tim dari daerah lain,” ungkap Andris.

“Semakin sering anak-anak mengikuti kompetisi yang terstruktur, maka perkembangan mereka akan semakin baik. Kami berharap ITC menjadi agenda rutin yang terus mendukung pembinaan sepak bola usia dini,” pungkasnya. CLG

Pos terkait