Aldi Satya Bidik Hasil Positif di Ceko

MERCUSUAR — Pembalap muda Indonesia, Aldi Satya Mahendra, kembali menunjukkan tren positif pada seri keempat World Supersport 2026 di Hungaria. Rider binaan Yamaha Racing Indonesia itu sukses finis di posisi kesembilan dan kedelapan pada dua race yang berlangsung di Sirkuit Balaton Park.

Hasil tersebut menjadi sinyal kebangkitan Aldi setelah sebelumnya juga konsisten meraih poin pada seri Assen, Belanda.

Pembalap berusia 19 tahun asal Yogyakarta itu kini semakin percaya diri menghadapi putaran berikutnya di Autodrom Most, Republik Ceko, yang disebutnya sebagai salah satu trek favorit.

“Hasil di Hungaria menambah motivasi saya menjalani World Supersport musim ini. Saya menemukan ritme yang pas lagi untuk berada di 10 besar, ini sangat berarti buat lebih fight memperbaiki posisi dan terus mengumpulkan poin,” ujar Aldi Satya Mahendra.

Pembalap yang bergabung dengan AS BLU CRU Racing Team tersebut berharap mampu kembali mengulang hasil positif di Republik Ceko. Autodrom Most sendiri memiliki arti khusus bagi Aldi karena menjadi salah satu sirkuit tempat ia pernah mencatat hasil baik pada musim sebelumnya.

Saat ini Aldi menempati peringkat ke-12 klasemen sementara World Supersport 2026 dengan koleksi 41 poin. Ia masih memiliki peluang memperbaiki posisi karena musim balap masih menyisakan delapan seri hingga Oktober mendatang.

Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Wahyu Rusmayadi, menilai performa Aldi di Hungaria menunjukkan perkembangan positif, terutama dari sisi konsistensi dan mental bertanding.

“Dia bisa menguasai keadaan lagi untuk mewujudkan target. Ini bentuk komitmen berjuang pantang menyerah dan menunjukkan mental pembalap dunia,” ujarnya.

Bagi Aldi, tantangan berikutnya bukan hanya mempertahankan posisi di 10 besar, tetapi menjaga konsistensi sepanjang musim. Di level World Supersport, banyak pembalap muda mampu tampil impresif dalam satu-dua seri, namun gagal menjaga performa karena tekanan kompetisi Eropa yang sangat ketat. Karena itu, stabilitas poin dan kemampuan adaptasi lintasan akan menjadi penentu apakah Aldi mampu naik dari sekadar talenta potensial menjadi pembalap papan atas yang kompetitif secara penuh. */JEF

Pos terkait