Wakil Banawa Gagal Total di Liga 4, Alarm Serius untuk Sepak Bola Donggala

Persido Donggala menelan kekalahan dua kali di fase grup dan gagal lolos ke perempat final Liga 4 Sulteng. FOTO : ISSRIN ASSEGAF/MS

Oleh : ISSRIN ASSEGAF
Harapan pecinta sepak bola Kabupaten Donggala untuk melihat wakil daerah berbicara banyak di ajang Liga 4 Piala Gubernur Sulawesi Tengah 2026 harus pupus lebih cepat. Dua tim asal Kecamatan Banawa, Persido Donggala dan Sinar Laut FC, sama-sama tersingkir di fase grup tanpa mampu menembus babak perempat final.
Kegagalan tersebut menjadi sorotan karena bukan hanya soal tersingkir, tetapi juga menyangkut performa yang dinilai jauh dari ekspektasi, terutama bagi Persido Donggala yang datang dengan status tim berpengalaman.
Persido menelan dua kekalahan dari dua pertandingan yang dijalani, termasuk kekalahan telak 0-5 yang memantik kekecewaan para pendukungnya. Bagi pecinta sepak bola Donggala, kekalahan adalah hal yang bisa diterima dalam sepak bola, tetapi margin kekalahan sebesar itu dianggap terlalu jauh dari harapan.
“Kalau pun kalah, minimal 1-0 atau pertandingan ketat. Bukan kalah sampai lima gol,” menjadi keluhan yang ramai terdengar dari kalangan pendukung Persido.
Di sisi lain, Sinar Laut FC tampil sedikit lebih baik. Klub debutan tersebut kalah 0-2 dari Persibal Luwuk pada laga perdana sebelum menahan imbang Garda FC di pertandingan kedua. Meski gagal lolos, performa Sinar Laut dinilai masih cukup wajar mengingat ini merupakan penampilan perdana mereka di level Liga 4 regional.
Namun situasinya berbeda bagi Persido. Klub kebanggaan Donggala itu bukan nama baru dalam kompetisi resmi. Persido pernah menorehkan sejarah sebagai juara sepak bola Sulawesi Tengah pada 2018, bahkan jauh sebelumnya menjadi juara Divisi III PSSI Wilayah Timur pada 2006 dengan menaklukkan tim-tim kuat dari Sulawesi Selatan hingga Papua.
Prestasi tersebut bahkan membuat Persido pernah mendapat kesempatan tampil di ajang nasional Copa Dji Sam Soe dan menghadapi Persipura Jayapura dalam format kandang-tandang.
Dengan rekam jejak sebesar itu, kegagalan di fase grup apalagi dengan performa yang kurang meyakinkan, jelas menjadi tamparan bagi sepak bola Donggala.
Padahal secara persiapan, kedua tim tidak datang tanpa bekal. Persido telah menjalani program latihan cukup matang serta beberapa laga uji coba sebelum turnamen. Sinar Laut pun demikian, datang dengan modal sebagai juara Liga 4 Seri Kabupaten Donggala 2025.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: apakah persoalan sepak bola Donggala saat ini bukan lagi soal persiapan, melainkan kualitas pembinaan, kedalaman skuad, hingga manajemen kompetitif yang perlu dievaluasi secara menyeluruh?. Atau dukungan dari pemerintah daerah yang kurang maksimal.
Kegagalan dua tim asal Banawa di fase grup memang belum tentu menjadi krisis, tetapi cukup menjadi alarm bahwa sepak bola Donggala sedang tertinggal dari daerah lain yang kini tampil lebih siap dan kompetitif.
Jika tidak segera dibenahi, bukan tidak mungkin kejayaan Persido dan kebangkitan klub-klub Donggala hanya tinggal cerita masa lalu. CLG

Pos terkait