Sulteng Turunkan Atlet Junior dan Senior di IPAC Seri 1 2026

PALU, MERCUSUAR – Atlet paralayang Sulawesi Tengah siap ambil bagian pada ajang IPAC Seri 1 yang akan digelar di Bukit Sultan, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, pada 4–7 Juni 2026. Kejuaraan yang diselenggarakan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) bersama Paralayang Indonesia itu memperebutkan total hadiah sebesar Rp180 juta.

Keikutsertaan atlet-atlet Sulteng dalam ajang nasional tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi Prakualifikasi PON tahun depan sekaligus menuju PON 2028. Beberapa atlet senior yang turun diketahui pernah menyumbangkan medali emas bagi Sulawesi Tengah pada PON 2024 Aceh-Sumut.

Sekretaris Umum FASI Sulawesi Tengah, Asgaf Umar mengatakan pihaknya menurunkan atlet junior dan senior putra-putri pada nomor ketepatan mendarat. Meski berangkat dengan biaya mandiri dan keterbatasan anggaran, para atlet tetap memiliki motivasi tinggi untuk bersaing di level nasional.

“Meski datang dengan keterbatasan anggaran, semangat dan tekad atlet Sulawesi Tengah tidak pernah terbatas. Karena perjuangan sejati tidak diukur dari besarnya fasilitas, tetapi dari keberanian, disiplin, kerja keras, dan semangat pantang menyerah untuk mengharumkan nama daerah,” ujar Asgaf dalam rilis yang diterima redaksi, Kamis (28/5/2026)
Pada kategori junior, Sulteng diperkuat Muh Fadil asal Donggala, Anugerah Febriansyah dan Agung dari Parigi Moutong, Arganta asal Palu, Mandalawangi dari Morowali, Eulistinah Djanun asal Banggai, Hikma dari Parigi Moutong, serta Rosanti asal Sigi.

Sementara di kategori senior, Sulawesi Tengah menurunkan Fadli Dg Salasa dari Palu, Anggoro Kurniawan dan Habib Ahmad asal Donggala, serta Roki dari Palu. Seluruh atlet akan bertanding di nomor ketepatan mendarat junior dan senior putra-putri.
Selain mengirim atlet, Sulawesi Tengah juga mendapat kepercayaan menugaskan empat perangkat pertandingan pada kejuaraan tersebut. Mereka yakni Asgaf Umar dan Rizwan sebagai juri nasional, Abdul Rachman sebagai wasit internasional, serta Abdul Kadir Baktal sebagai juri nasional.

Asgaf berharap keikutsertaan atlet dan perangkat pertandingan dari Sulawesi Tengah di ajang nasional ini dapat menjadi motivasi bagi perkembangan olahraga dirgantara, khususnya paralayang, di daerah.
“Diharapkan dengan keikutsertaan ini menambah jam terbang dan pengalaman para atlet menghadapi event-event besar ke depan,” ujar Asgaf. */CLG

Pos terkait