PALU, MERCUSUAR – Muh Ifan Taufan menyayangkan pembatalan penunjukan dirinya sebagai Plt Ketua Askab PSSI Donggala dan penggantian jabatan tersebut kepada Iptu Sutrisno. Ia menilai keputusan itu sarat kepentingan politik dan mempertanyakan etika organisasi dalam proses pergantian tersebut.
Ifan menegaskan, selama menerima mandat sebagai Plt Ketua Askab PSSI Donggala, dirinya telah menjalankan tanggung jawab, khususnya dalam mempersiapkan tim sepak bola Kabupaten Donggala menghadapi Porprov X Sulteng di Morowali, Desember 2026.
Menurutnya, proses seleksi pemain di empat wilayah telah berjalan secara terbuka dan transparan. Bahkan, kata dia, para pelatih yang terlibat dalam seleksi belum menerima honor, tetapi tetap bekerja atas dasar kecintaan terhadap sepak bola dan keinginan membangun prestasi Donggala.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh tugas yang diberikan sejak awal mandat telah dijalankan secara terbuka tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Menurut Opan, panggilan akrabnya, SK pembatalan tersebut tidak beretika secara organisasi dan ada unsur politik. ” Yang tandatangani SK plt saya plt Ketua Asprov. Apakah itu yang namamya tidak tervalidasi di pusat. Dan saya juga sudah bekerja,” terang Opan dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (22/10/2026).
Ifan menambahkan, di tengah persiapan Porprov, Donggala menjadi salah satu daerah yang telah menjalankan proses seleksi Porprov secara terbuka sehingga dapat disaksikan langsung oleh masyarakat.
Ia menyayangkan apabila dinamika organisasi justru mengarah pada kepentingan politik, bukan upaya bersama membangun sepak bola daerah.
“Ini bukan lagi urusan membangun organisasi sepak bola. Susah kalau tidak punya passion di olahraga, tetapi justru menjadikannya urusan politik. Mereka tidak menjaga, malah menghancurkan marwah olahraga. Bagi saya, ini murni kepentingan politik,” pungkasnya. CLG






