Kalahkan SSB Sinar Baiya,SSB Simpati Wakili Sulteng ke Seri Nasional di Bali

  • Whatsapp
FOTO 1 fINAL u14 5

PALU, MERCUSUAR –  Kompetisi Sepakbola Liga Pelajar U-14 Piala Menpora 2018 seri provinsi  Sulteng menuju fase akhir   saat SSB Simpati bertanding menghadapi  SSB Sinar Baiya di babak final, Minggu (12/8/2018) petang.

Simpati keluar sebagai pemenang pada laga  yang digelar di lapangan Abadi Kelurahan Talise  setelah unggul dari adu sepakan pinalti dengan skor 4-2. Kedua tim yang dihuni pemain muda  berbakat  hanya bisa bermain imbang 0-0 di waktu normal 2 X 35 menit meskipun sejumlah peluang diciptakan masing-masing tim sepanjang laga.

Berita Terkait

Sekertaris Kota Palu,Asri Sawaya mengalungkan medali kepada salah satu penyerang SSB Simpati yang menjadi juara pertama. FOTO: ISSRIN ASSAGAF/MS

Pilihan Redaksi :  Hadianto Rasyid Cup 2021,  PS Lumbudolo Hadirkan Kekalahan Bhayangkara FC

Sinar Baiya yang diarsiteki Syamsuddin  sejatinya berada diatas angin ketika bek  tangguh Simpati,  Clint Joy Peres  ditarik keluar karena cedera bahu di menit ke-20.   Sayangnya,  tekanan Sinar Baiya di ruang yang ditinggalkan  Clint Joy tak  menghasilkan  apa-apa meskipun sering menciptakan ancaman dari sektor itu.

Penyerang SSb Sinar Baiya Aroel Firmansyah tak bisa berbuat banyak dalam membongkar pertahanan SSB Simpati di laga final Liga Pelajar U-14. FOTO: ISSRIN ASSAGAF/MS

Di sisi lain sayap kiri lincah Simpati,  Adrian yang sangat dominan di babak semifinal, justru tak  leluasa bergerak karena permainan ketat Aldino, Didin Ramos, M Ridwan dan Tri Susilo  di lini pertahanan Baiya.

Skor imbang kosong-kosong selama dua babak akhirnya di akhiri di  babak adu sepakan pinalti.

Pilihan Redaksi :  KONI Sulteng: Energi Baru  Atletik Menuju Sulteng Emas 2024

Di fase ini Simpati lebih beruntung ketika sepakan pemain Sinar Baiya, Aroel Firmansyah dan Randy gagal menaklukkan kiper Diaz Angga. Sedangkan empat penendang Simpati  sukses membobol kiper Bayu.

Usai laga, coach Syamsuddin menyebut  anak- asuhnya sudah bermain maksimal meskipun gagal mencapai ekspektasi.

“Memang saya berharap banyak  di Liga Pelajar ini  untuk   membawa Sinar Baiya jadi juara. Selain  levelnya nasional, maka dengan menjadi juara  nama Sinar Baiya akan tercatat dalam  sejarah Sepakbola usia muda Sulteng dan hal itu akan menjadi langkah maju bagi saya sebagai pelatih SSb. Tapi apa mau di kata, anak-anak sudah berjuang dengan sekuat tenaga tapi tak  bisa memaksimalkan peluang yang tidak sedikit.

Pilihan Redaksi :  Rumah Biliyar Perlu Fasilitas Meja Biliar Sesuai Standard dan Nyaman

Sementara itu gelandang serang SSB Simpati Palu, Ryan Rifaldi mengaku terharu atas gelar juara yang diraih timnya. “Senang dan bangga sudah pastilah karena  saya    bersama rekan- rekan  punya tekad  kuat untuk menjadi pemenang di Liga Pelajar ini apalagi ini  persembahan saya dan mungkin ada beberapa teman juga menjadikan di Liga Pelajar usia 14  ini sebagai persembahan terakhir,” ujar Ryan.

Juara ketiga pada  even U-14 ini direbut SSB Sausu Raya dari Parigi Moutong setelah mengalahkan Lore Lindu asal Kabupaten Poso di perebutan peringkat tiga dan empat.  

Laga final tersebut juga disaksikan Sekertaris Kota Palu, Asri Sawaya, Kadispora Kota Palu, Sumardi, Ketua Asosiasi SSB Palu, Farden Saino dan beberapa tokoh Sepakbola.  CLG

 

Baca Juga