Pesan Ketum KONI, Jangan Balapan Liar dan Hindari Narkoba

  • Whatsapp
pesan ketum koni-43acf424
Nizar Rahmatu

PALU,MERCUSUAR – Ketua KONI Sulteng, M Nizar Rahmatu  minta pebalap motor salurkan bakat di sirkuit resmi, bukan di jakan raya. “Mari kita berbalap beradu ketangkasan melalui dunia balap tetapi bukan di jalan raya. Mari beradu ketangkasan di sirkuit yang resmi,” kata Nizar saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Kejuaraan nasional (Kejurnas) Motoprix Seri 1 Region di Sirkuit Panggona Palu, Jumat (13/5).

Terkait hal itu, M. Nizar Rahmatu mengapresiasi terobosan Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulteng , Andi Nur Lamakarate  membuat sirkuit jalan raya sebagai langkah mengantisipasi balapan liar.

Berita Terkait

Pilihan Redaksi :  Brimob Polda Sulteng Kampiun Kapolda Cup 2022

Menurut Nizar Rahmatu, gagasan Anca, panggilan Andi Nur Lamakarate,  sangat berguna bagi peningkatan prestasi balap motor di Sulteng. Balapan liar kata Nizar, merugikan pembalap yang jelas tidak ada asuransi maupun juga tidak diselenggarakan oleh panitia yang resmi.

 “Yang digagas Anca. Insya Allah bapak Gubernur kita akan menambah fasilitas sirkuit kita. Kedepan kita mencari funding sponsor disamping pendampingan biaya APBD,” kata Nizar.

Dunia balap motor di Sulteng khususnya Palu, mulai booming setelah pecah telurnya medali pertama balap motor Sulteng pada kancah Pekan Olahraga Nasional (PON). PON XX Papua 2021, melalui pembalap Sulteng Carlos Domelos yang berhasil meraih peringkat 3 nasional.

Olehnya prestasi tersebut, kata Nizar, perlu dipacu dengan makin seringnya digelar pelaksanaan event balap motor di Sulteng. Setelah Kejurnas motoprix di Palu, tidak lama lagi akan digelar Kejurnas Grasstrack Putaran 3 Region V Sulteng di Tinombo pada 6 Juni 2022 yang juga diikuti pembalap nasional.

Pilihan Redaksi :  Fornas di Palembang,  ALTI Sulteng Sumbang Medali Emas dan Perak

Pada kesempatan itu, Nizar juga mengingatkan kepada pecinta otomotif khususnya pembalap menghindari narkotika dan obat terlarang (Narkoba). Nizar membuktikan bahwa tidak menyentuh barang haram tersebut, prestasi balap motor akan melejit. Nizar membuktikannya dengan atlet Sulteng yang berhasil meraih medali setelah melepaskan candu.

Sementara itu, Ketua Panitia Motoprix Dini Fitriani Pettalolo mengatakan Kejurnas ini diikuti 120 pembalap, 185 racer dari Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat, DKI dan Yogyakarta. Pada acara pembukaan dihadiri Kepala BNN Kota Palu AKBP Baharuddin, serta anggota DPRD Kota Palu Mutmainah Korona. */CLG

Baca Juga