PSSI Palu Tekankan Pembinaan Mental Sejak Usia Dini

  • Whatsapp
Sepakan bola pertama Wakil Ketua PSSI Kota Palu, Makasau H Muda menandai dimulainya Liga Sepakbola pelajar usia 12 tahun tingkat Kota Palu di Kecamatan Tawaeli, Kamis (28/6/2018). FOTO: ISSRIN ASSAGAF/MS

PALU,MERCUSUAR- Liga Sepakbola Pelajar Piala Menpora U12 tingkat Kota Palu resmi dimulai yang ditandai dengan sepakan bola pertama oleh Ketua Asosiasi PSSI Kota Palu yang diwakili Wakil Ketua, Makkasau H Muda S Sos.

Berita Terkait

Dalam sambutannya, Makasau  mengajak kepada pengurus maupun pemerhati Sepakbola mulai dari tingkat kelurahan untuk  meningkatkan pembinaan yang berkesinambungan. Bahkan Makasau menegaskan agar  pembinaan mental harus menjadi bagian penting dalam pembinaan anak-anak usai dini agar ketika beranjak dewasa lebih paham dengan tentang cara menghargai klub yang  membesarkan.

 “Kami berharap kegiatan Sepakbola liga pelajar tak berakhir hanya ketika tim menerima piala kemenangan. Tapi kami inginkan ada tim talent scouting  melakukan pemantauan bibit  pemain untuk dibentuk menjadi pemain berkualitas yang  akan disumbangkan kepada tim Kota Palu,” ujarnya.  

Sementara itu,Kadis Pemuda dan Olahraga Kota  Palu, Drs Sumardi yang hadir sebagai udangan, diminta untuk memberikan sambutan.

 

Kadis menyebut bahwa  pemerintah Kota Palu memberikan fasilitas untuk ruang olahraga  di seluruh kelurahan.

“Hanya 8 dari 46 kelurahan yang ada di Kota Palu yang mengusulkan pembangunan fasilitas olahraga,” kata kadis.

Kementerian Pemuda  Olahraga,kata  kadis, mendorong semua kegiatan dinas di semua lini untuk mengupayakan pembinaan dini olahraga.

“Kami sedang mengupayakan dalam waktu dekat ini akan memasukkan kegiatan pembinaan olahraga berjenjang mulai sekolah dasar. sehingga kedepannya kami  akan bekerja sama dengan dinas pendidikan untuk membuat kalender kegiatan agar animo dan semangat anak-anak dalam berlatih    tetap tinggi, minimal tiga kali setahun agar ada wadah untuk berkompetisi,” jelasnya.  

Sumardi pun mengaitkan Liga Pelajar dengan FIFA World Cup 2018 yang sedang berlangsung,khususnya pada laga Jerman versus Korea Selatan.  “Pelajaran dari Korea Selatan bahwa setiap pertandingan itu kita harus fokus jangan pandang remeh lawan. Karena bola itu bundar.

Jadi, saya berharap anak-anak kita  bisa mengambil pelajaran dari pertandingan tersebut,” tutupnya. CLG

Pilihan Redaksi :  52 Taekwondoin Ikuti Ujian Sabuk Hitam Poom/Dan Kukkiwon

Baca Juga