Indonesia, Masa Depan Baru Peradaban Dunia

  • Whatsapp
2862CCB6-DA69-4B0C-93E0-2C70CB4DA86B-8032626e

Oleh:
Tofan Mahdi
(Mahasiswa Program Studi Magister Hubungan Internasional Universitas Paramadina Jakarta)

Berita Terkait

Ketika Amerika Serikat, sebuah negara adidaya, kelabakan menghadapi lonjakan kasus positif Covid-19, situasi sebaliknya terjadi di Indonesia. Dalam kurun tiga pekan terakhir, kasus positif terus menurun. Ada harapan bahwa bangsa kita bisa melewati masa-masa
yang berat, termasuk menghadapi pandemi covid-19 yang terjadi sejak Maret 2020.

Sebagai bangsa, Indonesia memiliki potensi dan kapasitas yang jauh lebih besar dari yang diperkirakan banyak negara lain di dunia. Tidak saja kapasitas dalam menangani pandemik covid-19, tetapi juga kapasitas dalam bidang ekonomi dan sosial kemasyarakatan. Ketika negeri jiran Malaysia terkaget-kaget melihat penurunan positivity rate covid-19, jauh sebelum pandemi negara-negara maju pun khawatir dengan potensi sumber daya ekonomi yang dimiliki Indonesia. Kekhawatiran negara-negara maju bahwa Indonesia akan menjadi sentra pangan dan energi dunia, bisa dirasakan dengqn munculnya berbagai hambatan perdagangan internasional.

Pun, negara-negara di dunia juga iri dengan konsep berbangsa dan bernegara di negara kita. Sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim, Indonesia menjadi role model dalam menciptakan harmoni dalam kehidupan masyarkat yang beragam suku bangsa dan agama.

Tiga potensi besar tersebut jika disadari secara kolektif oleh segenap rakyat Indonesia dan pemerintah mampu merumuskan satu cetak biru kebijakan yang komprehensif, maka sulit untuk tidak percaya bahwa Indonesia adalah masa depan baru peradaban dunia.

Pasca Pandemi
Kita bersiap hidup pasca pandemi. Dalam kurun dua bulan terakhir (sejak pertengahan Juli 2021), positivity rate covid-19 di Indonesia terus menurun. Menurut data dari Satgas Nasional Covid-19, rata-rata kasus positif harian pada 18 Juli 2021 adalah 50 ribu orang, pada 11 September 2021 turun menjadi 5 ribu orang. Di Amerika Serikat, rata-rata kasus positif harian pada 11 September adalah 146 ribu orang, sedangkan di Malaysia mencapai 19.350 orang.

Sukses Indonesia mengatasi gelombang kedua covid dengan relatif cepat ini karena sinergitas kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang efektif, program vaksinasi yang terus bergulir, dan tingkat disiplin dan kesadaran masyarakat akan bahaya virus covid-19 yang semakin membaik. Memontum ini harus terus dijaga ketat. Jangan sampai terjadi euforia seakan-akan Indonesia telah keluar dari pandemi. Bahaya tetap mengintai. Herd immunity akan terbentuk jika vaksinisasi berjalan sesuai target dan masyarakat tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Mengutip Kompas.com (11/9/2021), Presiden Joko Widodo meminta seluruh pihak mulai menyiapkan transisi dari masa pandemi ke endemi karena Covid-19 belum diketahui kapan akan hilang. Hal ini disampaikan Presiden Jokowi saat meninjau vaksinasi di SLB Negeri 1 Yogyakarta, Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta.

Momentum baik di mana positivity rate terus turun harus dipertahankan. Disiplin prokes bagi masyarakat juga ditegakkan dengan penerapan aturan yang ketat. Kegiatan ekonomi mulai dibuka dengan hati-hati, tentu saja diawali dengan sektor-sektor esensial. Pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) juga harus menjadi prioritas. Mengenalkan pelaku UMKM dengan teknologi komunikasi digital akan membantu pemulihan bisnis UMKM dan meminimalisir risiko tertular virus. Pemberdayaan UMKM pasca pandemi akan mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional pasca krisis akibat pandemik covid-19.

Baca Juga