Tolak Tambang Emas di Kasimbar, Masyarakat Lakukan Demo 

  • Whatsapp
HLL-9cfd1cc3
FOTO: Masyarakat Kasimbar yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Tani Peduli Lingkungan, menggelar aksi demonstrasi menolak aktivitas tambang emas, yang dikelola PT Trio Kencana, Senin (17/1/2022). FOTO: IST

PARIGI, MERCUSUAR – Masyarakat Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong (Parmout), Senin (17/1/2022), menggelar demonstrasi. Masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Tani Peduli Lingkungan, menggelar aksi demonstrasi menolak aktivitas tambang emas, yang dikelola PT Trio Kencana.

“Aksi yang kami gelar saat ini, sebagai bentuk penolakan kami terhadap aktivitas tambang emas. Kami mendesak agar izin PT Trio Kencana dicabut,” ujar Koodinator Lapangan (Korlap), Muh. Chairul, di sela sela demo.

Berita Terkait

Dia mengatakan, atas tuntutan pencabutan izin usaha pertambangan tersebut, pihaknya meminta Bupati dan Ketua DPRD Parmout, untuk mendesak Gubernur Sulteng dan pemerintah pusat, merealisasikan tuntutan masyarakat Kasimbar tersebut.

Pihaknya juga mendesak aparat penegak hukum, untuk menurunkan alat berat, yang masih beroperasi di Desa Kasimbar, Kasimbar Palapi, Posona, dan Tovalo. 

“Kami meminta selambat-lambatnya 1 kali 24 jam, alat berat itu diturunkan,” kata dia. 

Selain itu, pihaknya juga mendesak pemerintah daerah, dapat menghadirkan seluruh kepala desa yang di wilayahnya terdapat lokasi aktivitas tambang emas, serta Camat Kasimbar, Abdul Manan Dg Malindu.

“Kami masih saja menunggu, pihak-pihak yang kami minta hadir saat ini,” ujarnya. 

Dia mengakui, memang PT Trio Kencana telah memiliki izin usaha pertambangan, tetapi dalam menempuh proses tersebut, masyarakat tidak dilibatkan.  

Bahkan, pihaknya menduga ada beberapa pelanggaran dalam analisis dampak lingkungan, yakni tandatangan persetujuan masyarakat, yang diduga dipalsukan oleh pihak perusahaan.

Terbukti kata dia, ada ribuan hektare areal perkebunan dan pertanian masyarakat terdampak, akibat aktivitas tambang emas PT Trio Kecana.

“Dalam izin usaha pertambangan perusahaan, luas lahan yang diklaim sebesar 15 ribu hektare lebih, mencakup lahan permukiman, pertanian dan perkebunan milik masyarakat. Jadi seluruh wilayah Kecamatan Kasimbar diklaim, kecuali Kompi Badak 711 Desa Posona,” jelasnya.

Dari pantauan media ini, Kantor Camat Kasimbar disegel oleh masa demonstrasi, karena aksi yang dilaksanakan Aliansi Rakyat Tani Peduli Lingkungan tak mendapatkan respon dari pemerintah setempat. TIA

Baca Juga