TANAMODINDI, MERCUSUAR – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia–Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) tingkat Kota Palu diramaikan dengan pelaksanaan Workshop Teknik Dasar Bernyanyi dan Mencipta Lagu Taman Kanak-kanak yang berlangsung di Aula Sinergitas Kantor BPSDMD Provinsi Sulawesi Tengah, Jalan S. Parman, Kota Palu.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palu yang juga Bunda PAUD Kota Palu, Diah Puspita dan diikuti para tenaga pendidik anak usia dini dari berbagai wilayah di Kota Palu.
Workshop tersebut menjadi wadah bagi guru PAUD dan TK untuk meningkatkan kreativitas serta kemampuan dalam menciptakan media pembelajaran yang menarik, edukatif, dan sesuai dengan karakter dunia anak.
Dalam sambutannya, Bunda Diah menyampaikan ucapan selamat kepada keluarga besar IGTKI-PGRI yang telah memasuki usia ke-76 tahun. Menurutnya, peran guru taman kanak-kanak sangat penting dalam membentuk karakter dan kecerdasan anak sejak usia dini.
“Selamat Hari Jadi IGTKI ke-76. Semoga apa yang kita cita-citakan bersama dalam mewujudkan PAUD yang berkualitas dapat terwujud. Kepada seluruh tenaga pendidik, mari senantiasa meningkatkan pengabdian kita di daerah masing-masing,” ujar Bunda Diah.
Ia juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya workshop yang dinilai sebagai langkah positif dalam mendukung peningkatan kompetensi guru usia dini, khususnya dalam menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan bagi anak-anak.
Menurutnya, dunia anak identik dengan bermain, bernyanyi, dan berekspresi. Karena itu, guru dituntut tidak hanya mampu mengajarkan lagu, tetapi juga menciptakan lagu yang mengandung nilai edukatif dan mudah dipahami anak.
“Melalui workshop ini bukan hanya bagaimana kita mengajarkan sebuah lagu, tetapi bagaimana tenaga pendidik usia dini dapat menciptakan lagu yang menarik dan mendidik, yang tentunya mudah dipahami oleh anak-anak kita,” katanya.
Bunda Diah menekankan bahwa anak-anak saat ini merupakan generasi emas masa depan bangsa sehingga proses pendidikan sejak dini harus diberikan secara tepat, termasuk melalui media lagu yang mendidik.
“Anak-anak kita saat ini adalah generasi emas masa depan. Apa yang mereka lihat, rasakan, dan dengar akan menjadi pondasi karakter mereka di masa depan. Karena itu, kita betul-betul harus mengedukasi mereka dengan lagu-lagu yang dapat mendidik,” tambahnya.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti workshop dengan baik agar ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan di lingkungan kerja masing-masing guna menciptakan generasi yang cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia.
Kegiatan workshop berlangsung penuh antusias dengan menghadirkan materi teknik dasar bernyanyi dan penciptaan lagu anak yang interaktif serta aplikatif bagi para guru TK dan PAUD di Kota Palu. UTM






