BALAROA, MERCUSUAR — Siswa kelas XII MAN 1 Kota Palu yang akan meninggalkan bangku sekolah dinilai telah meninggalkan jejak prestasi yang membanggakan dan layak menjadi teladan bagi adik-adiknya.
Hal tersebut disampaikan Kepala MAN 1 Kota Palu, Hj Rusdiana, S.Pd., M.Pd., usai menyerahkan penghargaan kepada 18 siswa berprestasi dalam berbagai ajang, mulai dari tingkat Kota Palu hingga nasional, dalam rangkaian acara perpisahan sekolah, Senin (4/5/2026).
“Alhamdulillah, anak didik kami berhasil mencetak prestasi membanggakan, di antaranya Medali Emas Bahasa Indonesia pada Olimpiade Sains Siswa Indonesia 2025, Juara 1 Qasidah Kontemporer Festival Seni & Qasidah Tingkat Nasional 2025, Juara 2 Putra Adipura Sulawesi Tengah 2025, serta Medali Perunggu Biologi Bright Achievers Academic Olympiad 2025,” ujar Rusdiana.
Ia berpesan agar capaian tersebut tidak membuat para siswa berpuas diri, melainkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi yang lebih tinggi.
Kabid Penmad Kanwil Kemenag Sulawesi Tengah, H. Muh. Syamsu Nursi, S.Pd.I., MM., turut menyampaikan apresiasi atas capaian para siswa. Menurutnya, prestasi yang diraih menunjukkan kualitas siswa MAN 1 Kota Palu yang tidak hanya unggul secara akademik dan keagamaan, tetapi juga memiliki kemampuan di bidang seni dan keterampilan lainnya.
“Mereka tidak hanya kuat di bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga memiliki kemampuan di bidang seni dan lainnya. Ini menjadi nilai tambah yang sangat baik,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, juga dirangkaikan dengan wisuda tahfiz terhadap 46 siswa yang telah menghafal Al-Qur’an, mulai dari dua hingga empat juz. Para siswa yang diwisuda tampil mengenakan busana serba putih lengkap dengan mahkota, menambah suasana khidmat dan semarak acara.
Prosesi wisuda dipimpin langsung oleh Kepala Kemenag Kota Palu, Dr Ahmad Hasni. Dalam sambutannya, ia tampak haru saat menyampaikan pesan kepada para hafiz dan hafizah.
Ia mengungkapkan bahwa kemuliaan menghafal Al-Qur’an tidak hanya dirasakan di dunia, tetapi juga akan menjadi kebanggaan bagi orang tua di akhirat.
“Bayangkan, kelak kalian akan diberikan kehormatan untuk memasangkan mahkota kepada orang tua kalian. Itu adalah kebanggaan yang luar biasa,” ungkapnya.
Ahmad Hasni juga mengingatkan pentingnya mempelajari, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap para hafiz dan hafizah di MAN 1 Kota Palu terus dibina dan dipersiapkan untuk mengikuti berbagai ajang, termasuk Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di berbagai tingkatan. MBH






