PARIGI MOUTONG, MERCUSUAR – SMK Muhammadiyah Parigi Tengah mengerahkan 40 murid dan delapan guru, untuk membantu membersihkan rumah warga yang terdampak banjir bandang di Desa Avolua Kecamatan Parigi Utara, Jumat (28/8/2026).
Kepala SMK Muhammadiyah Parigi Tengah, Resminto mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian sekolah terhadap warga yang masih berada dalam proses pemulihan pascabencana. Dalam pelaksanaanya, kata dia, para murid dan guru dibekali peralatan yang diperlukan untuk membantu proses pembersihan rumah dan lingkungan yang terdampak material banjir.
Menurutnya, kondisi warga pascabencana membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan. Ia menilai, keterlibatan murid dalam kegiatan tersebut juga menjadi pengalaman penting untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat gotong royong.
Untuk itu, kehadiran para murid dan guru di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan semangat kepada warga yang sedang berupaya menata kembali lingkungan mereka.
“Dukungan secara langsung, meskipun sederhana, sangat penting untuk membantu mempercepat proses pemulihan pascabencana,” kata Resminto.
Selain membantu membersihkan rumah warga, SMK Muhammadiyah Parigi Tengah juga turut mendistribusikan bantuan air minum beserta bahan pokok bagi masyarakat terdampak banjir. Resminto menerangkan, bantuan tersebut bersumber dari dana yang dihimpun oleh Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).
Menurutnya, semangat berbagi dan membantu sesama perlu terus ditanamkan kepada para murid, terutama ketika masyarakat di sekitar mereka sedang menghadapi situasi sulit.
“Bantuan telah diserahkan secara simbolis kepada posko Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) untuk selanjutnya disalurkan kepada warga penerima manfaat,” ungkap Resminto.
Ia berharap, bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan beban warga terdampak banjir.
“Harapan kami, bantuan yang diberikan kepada warga terdampak ini bisa diterima dengan lapang dada. Jangan dilihat nilainya, tetapi disyukuri sebagai bentuk keikhlasan dari kami, guru beserta murid,” pungkas Resminto. AFL







