Dinsos Sigi Bina Penyandang Disabilitas

  • Whatsapp
KEPALA Dinas Sosial Kabupaten Sigi Hj Sitti Ulfa saat melakukan pembinaan dengan melatih membuat souvenir anak-anak penyandang disabilitas, Selasa (26/6/2018). FOTO: SANAJI/MS

SIGI, MERCUSUAR – Sebanyak 10 penyandang disabilitas di Kabupaten Sigi dibina dan dilatih membuat souvenir oleh Dinas Sosial (Dinsos). Pelatihan  dengan harapan agar para penyandang disabilitas dapat Mandiri Sejahtera Gembira dan Natawa (Masagena).

Demikian dikatakan Kepala Dinsos Kabupaten Sigi Hj Sitti Ulfah, Selasa (26/6/2018).

Berita Terkait

Menurutnya, ke 10 penyandang disabilitas merupakan sebagai ‘pilot project’ awal yang memiliki masing-masing karakterisitik dan latar belakang.

Dari latar belakang, lanjut Ulfah, ada penyandang disabilitas yang sudah bisa membaca dan ada pula yang baru belajar membaca, serta ada yang sudah memilik kemauan dibina ada yang sementara dibujuk agar mau dibina.

Pilihan Redaksi :  Sigi dan Kejati Sulteng Kerjasama GAMJAK 

“Kegiatan ini merupakan bagian proyek perubahan dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan II (Diklat PIM II). Dalam PIM tersebut saya mengambil judul kepedulian terhadap disabilitas, sedangkan judul besarnya adalah disabilitas masagena,” jelasnya.

Dikatanya, setelah berjalan dua bulan sudah ada hasilnya yakni penyandang disabilitas sudah terbentuk, baik dari kerja tim, kemauannya dan juga bisa membentuk  mereka yang ternyata ingin mandiri.

Mereka ingin mandiri, tambah Ulfah, dalam artian karakternya terbentuk sesuai dengan keinginannya. Hal itu agar mereka tidak selalu bergantung pada orang tuanya, tapi dengan keterampilan yang dimiliki maka penyandang disabilitas sudah bisa memperoleh pendapatan sendiri.

Untuk program jangka menengah, lanjut Ulfah, pihaknya kedepan ingin setiap tahun mengirimkan penyandang disabilitas di Kabupaten Sigi untuk mengikuti pelatihan di balai Tunadaksa di Makassar maupun di Cibinong.

Pilihan Redaksi :  Wabup Hadiri Ibadah Syukur di Sopu

Sementara jangka panjang adalah agar kelak mereka punya komunitas sendiri, yakni komunitas disabilitas yang bisa mengurus diri sendiri. “Langkah awal untuk pembinaan yakni dengan mengumpulkan mereka sesuai minat dan bakatnya, setelah dibina mereka akan diberikan bantuan berupa alat-alat kerja sesuai souvenir yang dibuat,” ujarnya. AJI

Baca Juga