Global CSR & ESG Awards 2026, JOB Tomori Borong Dua Penghargaan Bergengsi

JOB Tomori berhasil meraih dua penghargaan bergengsi pada ajang Global CSR & ESG Awards 2026. FOTO: IST.

BANGKOK, MERCUSUAR – Joint Operating Body (JOB) Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) kembali mengukuhkan posisi sebagai pemimpin dalam industri energi yang bertanggung jawab.

Perusahaan tersebut sukses menorehkan prestasi gemilang di tingkat internasional dengan memboyong dua penghargaan sekaligus dalam ajang The 18th Annual Global CSR & ESG Summit and Awards 2026, yang diselenggarakan The Pinnacle Group International (TPGI), di Bangkok, Tailan, pada 23 April 2026.

TPGI merupakan salah satu platform global paling terkemuka yang menjadi wadah bagi para pembuat kebijakan, pemimpin bisnis, dan inovator dunia untuk merumuskan masa depan bisnis yang berkelanjutan.

Penghargaan pertama yang diraih adalah Silver Award pada kategori Best Community Programme. Prestasi ini diraih berkat keberhasilan Program Panutan Banggai (Pertanian Berkelanjutan Petani Banggai). Program ini bukan sekadar bantuan sosial biasa, melainkan sebuah inovasi sosial cerdas yang mengintegrasikan praktik pertanian berkelanjutan dengan pelestarian fauna endemik.

Dalam program tersebut, JOB Tomori mempelopori pemanfaatan burung hantu Serak Sulawesi (Tyto rosenbergii) sebagai predator alami untuk mengatasi hama tikus, yang selama ini meresahkan petani di Kecamatan Moilong dan Batui Selatan, Kabupaten Banggai. Langkah ini terbukti efektif memberikan dampak multi-dimensi.

Pertama, Ekologi: Menjaga kelestarian populasi 89 ekor burung hantu Serak Sulawesi yang merupakan satwa endemik. Selanjutnya, Ekonomi: Menekan kerugian petani akibat hama hingga 90% secara signifikan. Serta Sosial dan Keamanan: Menciptakan kohesi sosial yang lebih kuat, perubahan perilaku masyarakat menuju pertanian organik, serta menjamin keselamatan kerja dengan status Zero Fatality karena meminimalisir penggunaan pestisida kimia berbahaya.

Tak berhenti di situ, JOB Tomori juga menyabet Bronze Award pada kategori CSR & ESG Leadership Award. Penghargaan ini diberikan atas dedikasi perusahaan dalam mengimplementasikan teknologi Wet Sulfuric Acid (WSA) Plant di wilayah operasinya.

JOB Tomori tercatat sebagai pelopor di industri minyak dan gas Indonesia dalam menerapkan teknologi pemulihan gas H2S berbasis WSA yang dikombinasikan dengan Waste Heat Recovery. Melalui proses eksotermik di dalam waste heat boiler, limbah panas dikonversi menjadi uap bertekanan tinggi untuk menggerakkan turbin generator listrik.

Lebih dari sekadar efisiensi energi, teknologi ini mampu mengubah gas H2S yang beracun menjadi asam sulfat (H2SO4) yang bernilai ekonomis sebagai bahan baku industri. Dampak lingkungan dari inovasi ini sangat luar biasa: Reduksi Emisi: Berhasil memangkas pembakaran gas buang secara drastis, dari rata-rata 150–220 MMSCFD/bulan pada periode 2016 menjadi hanya 5-23 MMSCFD/bulan pada tahun 2025. Kontribusi Iklim: Total pengurangan emisi mencapai 64.168 ton SO2 dan mereduksi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 193.925 ton CO2.

Acara ditutup dengan pidato inspiratif dari Matthias Gelber, Chief Summit sekaligus Co-Founder Dorod Sdn Bhd. Dengan tema “The Next Economy: AI, Carbon, Food Security & The Human Spirit,” Gelber menekankan bahwa di tengah kemajuan kecerdasan buatan (AI) dan transisi karbon, nilai-nilai kemanusiaan dan tanggung jawab kolektif tetap menjadi kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan dan kelestarian bumi.

Menanggapi pencapaian tersebut, General Manager JOB Tomori, Andry, menyatakan bahwa penghargaan ini adalah bukti nyata komitmen perusahaan terhadap Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berdampak panjang.

“Dalam menjalankan bisnis, JOB Tomori tidak hanya fokus pada target produksi, tetapi terus berkomitmen mendorong kemandirian masyarakat dan pelestarian lingkungan. Penghargaan ini menjadi pemantik bagi kami untuk tetap memberikan kontribusi nyata yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasi kami,” tegas Andry.

Pencapaian internasional ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi industri migas lainnya di Indonesia untuk terus berinovasi dalam menyeimbangkan aspek profit, manusia, dan planet (3P). ***

Pos terkait