PALU, MERCUSUAR – Gubernur Sulteng, Dr. H. Anwar Hafid mengingatkan kepada para petugas haji asal Provinsi Sulteng, untuk terus menjadikan pelaksanaan haji di tahun-tahun sebelumnya sebagai bahan evaluasi.
Ia menyebut, kekurangan-kekurangan yang terjadi sebelumnya harus dapat diantisipasi pada tahun ini, sebagai bagian untuk meningkatkan pelayanan kepada jemaah.
“Kekurangan-kekurangan di tahun-tahun lalu harus menjadi bahan evaluasi untuk diantisipasi, sehingga tahun ini kejadian yang tidak diinginkan tidak berulang,” kata Anwar, saat pelepasan simbolis jemaah haji asal Sulteng, di Palu, baru-baru ini.
Ia juga meminta para petugas untuk memperkuat koordinasi, bukan hanya di antara petugas daerah, tetapi juga dengan petugas-petugas haji Arab Saudi.
Selain itu, Anwar mengingatkan agar petugas haji untuk terus mengintensifkan komunikasi bersama jemaah.
“Saya melihat salah satu hal yang penting adalah komunikasi, sehingga komunikasi intens harus terwujud antara petugas dan jemaah, sehingga agar tidak terjadi miskomunikasi,” tandasnya.
Pada musim haji tahun ini, jemaah haji asal Sulteng yang diberangkatkan menuju tanah suci berjumlah 1.751 orang. Jemaah terbagi dalam lima kloter yang berangkat melalui Embarkasi Haji Balikpapan, dengan kloter BPN-9 sebagai rombongan pertama asal Sulteng. IEA






