Hadapi Ancaman Kekeringan, Pemkab Banggai Siapkan 150 Pompa Air

Fadly Salawali

BANGGAI, MERCUSUAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banggai melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) menyiapkan 150 unit pompa air, guna mengantisipasi kekeringan yang mulai mengancam lahan persawahan dan tanaman hortikultura pada musim kemarau.

Bantuan pompa air tersebut akan segera didistribusikan ke petani yang lahannya mengalami krisis air. Kepala Bidang Sarana dan Prasarana DTPHP Kabupaten Banggai, Fadly Salawali mengatakan bantuan menjadi salah satu langkah pemerintah, untuk menjaga produktivitas pertanian dan mencegah gagal panen akibat minimnya pasokan air.

Penyaluran pompa air diprioritaskan bagi areal persawahan dan lahan tanaman horti yang terdampak kekeringan.

“Pompa air lebih diprioritaskan untuk areal persawahan. Saat ini baru Desa Malik Makmur Kecamatan Bualemo, yang telah menerima bantuan. Sementara desa-desa lain di Kecamatan Bualemo maupun kecamatan lainnya masih dalam proses pendataan,” ujar Fadly kepada Mercusuar di ruang kerjanya, Selasa (28/7/2026).

Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) saat ini tengah melakukan pendataan terhadap lahan pertanian yang mengalami krisis air. Pendataan difokuskan pada lahan yang hanya mengandalkan rembesan air serta memiliki tekstur tanah berpasir, sehingga membutuhkan dukungan pompa air atau alkon untuk menjaga ketersediaan air irigasi.

Selain Kecamatan Bualemo, DTPHP juga mulai melakukan pendataan lahan pertanian di Kecamatan Masama. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Banggai melalui Kepala DTPHP, Subhan Lanusi, agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada petani yang benar-benar membutuhkan.

Tak hanya menyalurkan pompa air, DTPHP Banggai juga sedang menyelesaikan administrasi dan pemberkasan Program Irigasi Perpompaan, yang diharapkan mampu memperkuat ketahanan sektor pertanian, menjaga ketersediaan air irigasi, serta meningkatkan produktivitas lahan sawah di tengah ancaman musim kemarau.

Langkah antisipatif ini diharapkan membantu petani mempertahankan hasil produksi dan meminimalkan risiko kerugian akibat kekeringan yang berpotensi melanda sejumlah wilayah sentra pertanian. TOP

Pos terkait