PALU, MERCUSUAR – Universitas Tadulako (Untad) mencatatkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui praktik sport massage yang dilakukan secara serentak oleh 250 terapis profesional dan mahasiswa terlatih di Lapangan Tenis KONI Sulawesi Tengah, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Rektor Untad Cup III sekaligus peringatan Dies Natalis ke-45 Universitas Tadulako. Sebanyak 250 peserta terlibat dalam praktik pijat olahraga secara bersama-sama hingga mengantarkan Untad sebagai pemegang rekor MURI untuk kategori praktik sport massage therapist terbanyak di Indonesia.
Pengukuhan rekor dilakukan oleh MURI yang ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan oleh Customer Relations Manager MURI, Lutfi Syah Pradana, kepada Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng.
Lutfi mengatakan pencatatan tersebut merupakan rekor baru MURI dalam bidang praktik pijat olahraga. Menurut dia, jumlah peserta menjadi salah satu unsur utama dalam pencatatan rekor tersebut.
“Hari ini MURI secara resmi mengukuhkan pencatatan rekor baru di bidang praktik pijat olahraga oleh terapis terbanyak di Indonesia. Sebanyak 250 terapis melakukan praktik sport massage secara bersama-sama,” kata Lutfi.
Ia mengatakan capaian Untad sekaligus membuka peluang bagi perguruan tinggi lain untuk mencatatkan prestasi serupa dengan jumlah peserta yang lebih besar. Bahkan, menurut Lutfi, Untad sendiri berpeluang memecahkan kembali rekor tersebut pada masa mendatang.
“Mungkin ke depan ada universitas lain yang mampu melebihi catatan ini, atau bahkan Universitas Tadulako dapat memecahkan rekornya sendiri,” ujarnya.
Lutfi juga menilai perkembangan aktivitas olahraga di masyarakat membuat kebutuhan terhadap sport massage semakin relevan. Layanan tersebut, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan penanganan atlet, tetapi juga pemulihan kondisi tubuh masyarakat yang semakin aktif berolahraga.
“Olahraga saat ini berkembang sangat pesat dan semakin banyak masyarakat yang aktif berolahraga. Ketika muncul persoalan seperti cedera atau pemulihan kondisi tubuh, sport massage menjadi kebutuhan yang penting dan bermanfaat,” katanya.
Rektor Untad, Prof. Amar menyebut, pencapaian tersebut sebagai momentum penting bagi perguruan tinggi yang dipimpinnya. Ia menilai keterlibatan mahasiswa dan terapis dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan prestasi Untad tidak hanya berlangsung dalam bidang akademik.
“Ini merupakan hari yang bersejarah dan membanggakan bagi Universitas Tadulako. Seluruh mahasiswa dan peserta yang terlibat telah berpartisipasi bersama-sama dalam pemecahan rekor MURI Sport Massage Therapist pertama di Indonesia dengan jumlah 250 terapis,” ujarnya.
Menurut Amar, capaian tersebut harus ditempatkan sebagai bagian dari upaya pengembangan institusi, khususnya dalam bidang olahraga dan peningkatan kapasitas mahasiswa.
Ia berharap rekor MURI tidak berhenti sebagai pencapaian seremonial, tetapi dapat menjadi pemicu bagi sivitas akademika untuk meningkatkan kualitas dan inovasi di lingkungan Untad.
“Harapan kami, ini menjadi dorongan bagi Universitas Tadulako untuk terus membenahi diri dan meningkatkan kualitas serta inovasi dalam rangka pengembangan institusi ke depan. Ini juga menjadi kesempatan bagi putra-putri daerah dan mahasiswa untuk bersama-sama mengembangkan institusi menjadi lebih baik,” katanya.
Amar turut menyampaikan apresiasi kepada MURI, para terapis, mahasiswa, dan sivitas akademika yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyebut pemecahan rekor itu sebagai salah satu hadiah bagi Untad yang memasuki usia ke-45 tahun.
“Ini merupakan hadiah ulang tahun Universitas Tadulako yang ke-45,” ujarnya. */JEF






